Bank Mandiri Raup Laba Rp45,5 Triliun, Tumbuh 20,7 Persen di Kuartal III-2026

JATIMPEDIA, Jakarta  - Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,5 triliun hingga kuartal III 2026, tumbuh 20,7% secara tahunan (year on year/YoY).

Kinerja ini didukung ekspansi kredit berbasis ekosistem, peningkatan transaksi digital, serta produktivitas bisnis yang semakin baik.

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyampaikan, secara bank only, kredit perseroan mencapai Rp1.605,8 triliun per September 2026, tumbuh 16% YoY. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 17,7% menjadi Rp1.750,2 triliun, sedangkan total aset tumbuh 20,1% menjadi Rp2.404,1 triliun.

Kredit korporasi mencapai Rp700 triliun, tumbuh 22% YoY, sementara kredit ekosistem turunan di segmen SME, mikro, dan konsumer mencapai Rp174 triliun, meningkat 9%. Kredit mikro non-subsidi tercatat Rp31,2 triliun, tumbuh 12,9�n telah menjangkau 37 provinsi.

Sepanjang 2026, Bank Mandiri membagikan dividen Rp50,6 triliun, termasuk dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun. Perseroan juga meraih sejumlah penghargaan, antara lain Grand Champion dan Financial Services Champion dalam Danantara Indonesia CX100 Awards 2026, Asia's Best SME Banking Ecosystem pada Euromoney Awards for Excellence 2026, serta Best Sustainable Bank pada FinanceAsia Awards 2026.

Dari sisi layanan, program Service Transformation berhasil menurunkan jumlah keluhan nasabah sebesar 74% dibandingkan Juli 2025. Melalui Livin' Call, nasabah dapat menghubungi petugas dalam hitungan detik tanpa biaya pulsa maupun telepon. Sementara itu, pengembangan bisnis bullion menghadirkan Tabungan Emas, KSM Emas, serta fasilitas pengambilan emas fisik melalui 28 ATM Emas dan 458 kantor cabang.

Ekosistem digital turut mencatat pertumbuhan positif. Livin' by Mandiri memiliki 42,6 juta pengguna terdaftar dengan 4,18 miliar transaksi senilai Rp3.863 triliun sepanjang Januari–September 2026, masing-masing tumbuh 22�n 20% YoY. Adapun Kopra by Mandiri memiliki 406 ribu pengguna dengan nilai transaksi Rp22.801 triliun, tumbuh 17% YoY.

Direktur Information Technology Bank Mandiri Sunarto Xie menjelaskan, inovasi digital terus dikembangkan untuk meningkatkan kemudahan dan keamanan transaksi, termasuk melalui Kopra Mobile yang dilengkapi verifikasi biometrik Face Recognition dan Mobile Token.

Pertumbuhan bisnis tersebut turut mendorong pendapatan perseroan. Hingga September 2026, pendapatan bunga meningkat 7,08% YoY menjadi Rp97,3 triliun, sedangkan pendapatan nonbunga tumbuh 13,8% menjadi Rp29,4 triliun.

Bank Mandiri terus memperkuat inovasi layanan, memperluas pembiayaan, dan menjaga kualitas aset untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan serta menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah dan pemegang saham.

Editor : Rizky

Berita Terbaru