JATIMPEDIA, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengangkut 50,75 juta ton barang sepanjang Januari hingga September 2026. Angkutan tersebut didominasi batu bara sebanyak 41,60 juta ton, sedangkan komoditas nonbatu bara mencapai 9,14 juta ton.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan angkutan barang mencakup berbagai komoditas, mulai dari petikemas, semen, bahan bakar minyak, pupuk, hingga hasil perkebunan dan barang ritel.
Angkutan petikemas mencatatkan pertumbuhan 19,57 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, dengan volume mencapai 4,43 juta ton. Sementara itu, total angkutan nonbatu bara meningkat 2,65 persen menjadi 9,14 juta ton.
Menurut Anne, kereta api memiliki keunggulan dalam mengangkut muatan besar, sementara konektivitas dengan moda transportasi lain membantu distribusi barang menjangkau lebih banyak wilayah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan, sedangkan sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 5,65 persen pada triwulan II 2026.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menyatakan perusahaan terus memperkuat kerja sama logistik untuk mendukung kebutuhan industri dan perdagangan.
KAI berharap pengembangan konektivitas logistik berbasis rel dapat memberikan alternatif distribusi yang efisien bagi pelaku usaha sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Editor : Rizky