BTN Optimalkan Lelang Agunan, Bidik Penjualan 10.000 Aset Sepanjang 2026

JATIMPEDIA, Surabaya - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mengoptimalkan penjualan aset melalui mekanisme lelang untuk mempercepat pemulihan kredit dan menekan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL). Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara menjadi salah satu kontributor penting dalam upaya tersebut.

SEVP Asset Management BTN, Benjamin Sihombing, mengatakan kinerja penjualan aset sepanjang 2026 menunjukkan tren positif dan masih sesuai target. BTN membidik 10.000 agunan terdaftar untuk dilelang hingga akhir tahun, dengan 6.500 agunan telah terdaftar.

“Pada triwulan IV ini, kami akan memenuhi target awal sebanyak 10.000 agunan. Hal ini berdampak positif terhadap perbaikan kualitas kredit BTN,” ujar Benjamin di Surabaya.

Menurutnya, capaian tersebut didukung peningkatan efektivitas proses internal, perluasan jaringan investor, penguatan pemasaran digital, serta sinergi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Sejak Agustus 2026, jumlah aset BTN yang terjual melalui lelang bahkan telah melampaui total penjualan sepanjang 2025. Perseroan pun menargetkan tingkat keberhasilan lelang (success rate) secara nasional mencapai 35 persen pada akhir tahun, meningkat dari posisi saat ini sekitar 21 persen.

Secara regional, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara mencatatkan kontribusi sebesar 23 persen terhadap total pelaksanaan lelang nasional. Sementara itu, pokok lelang terjual dari wilayah tersebut menyumbang sekitar 40 persen secara nasional.

Untuk meningkatkan penjualan, BTN memperluas pemasaran melalui aplikasi Bale by BTN, situs Bale Lelang, media sosial, serta portal properti seperti Rumah123 dan Pinhome. Perseroan juga memperkuat kerja sama dengan DJKN, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Selain itu, BTN menyediakan fasilitas pembiayaan KPR Maju dengan suku bunga kompetitif, uang muka ringan, dan proses pengajuan yang mudah. Skema ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi calon pembeli sekaligus meningkatkan minat terhadap aset yang dilelang.

Melalui strategi pemasaran, kolaborasi kelembagaan, dan dukungan pembiayaan tersebut, BTN optimistis dapat mencapai target lelang 2026 sekaligus mempercepat pemulihan aset dan memperbaiki kualitas kredit perseroan.

Editor : Arif

Berita Terbaru