JATIMPEDIA, Surabaya - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2026 terkoreksi 0,15% secara bulanan (mtm) atau mengalami deflasi. Sementara secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi tetap berada di level 3,55%.. Dengan demikian, inflasi tahun kalendernya masih sama dengan inflasi tahunannya karena faktor awal bulan.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono menuturkan, deflasi ini utamanya disumbang oleh penurunan harga beberapa komoditas pangan, seperti cabai merah yang mengalami deflasi 0,16%, cabai rawit sebesar 0,08%. Adapun, bahan pangan lain yang mengalami deflasi yakni, bawang merah 0,07%.
"Deflasi pada bulan Januari ini utamanya didorong oleh komponen harga bergejolak," kata Ateng dalam rilis data BPS, dikutip Senin (2/2/2026).
Sementara itu inflasi tahunan sebesar 3,55% dipengaruhi oleh faktor pembanding yang rendah (low base effect), khususnya akibat kebijakan diskon tarif listrik pada awal 2025.
"Secara year on year, Indeks Harga Konsumen meningkat dari 105,99 pada Januari 2025 menjadi 109,75 pada Januari 2026," ujar Ateng.
Inflasi tahunan terutama didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mencatat inflasi 11,93�ngan andil inflasi sebesar 1,73%. Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok tahunan sebesar 3,55% ialah tarif listrik, seiring berakhirnya kebijakan diskon tarif listrik yang berlaku pada Januari-Februari 2025. Selain itu, emas perhiasan menjadi komoditas dengan andil inflasi yang signifikan di luar kelompok perumahan.
Ateng menambahkan, secara tahunan seluruh komponen inflasi mengalami kenaikan. Komponen harga yang diatur pemerintah mencatat inflasi 9,71�ngan andil terbesar yakni 1,77% terutama utamanya disumbang oleh penurunan harga beberapa komoditas pangan, seperti tarif listrik, tarif air minum PDAM, serta harga rokok.
Komponen inti mengalami inflasi 2,45�ngan andil 1,59%, didorong oleh emas perhiasan, biaya pendidikan tinggi, sewa rumah, dan mobil. Sementara itu, komponen harga bergejolak mencatat inflasi 1,14�ngan andil 0,19%, terutama berasal dari beras, daging ayam ras, dan bawang merah.
Sementara itu, secara bulanan (month to month/mtm), BPS mencatat deflasi sebesar 0,15% pada Januari 2026 seiring penurunan IHK dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75. Deflasi bulanan ini juga tercermin pada inflasi tahun kalender (year to date/ytd) Januari 2026 yang tercatat minus 0,15%.
Deflasi Januari 2026 terutama utamanya disumbang oleh penurunan harga beberapa komoditas pangan, seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami deflasi 1,03�ngan andil deflasi sebesar 0,30%. Komoditas utama penyumbang deflasi pada kelompok tahunan sebesar 3,55% antara lain cabai merah dengan andil 0,16%, cabai rawit sebesar 0,08%, serta bawang merah sebesar 0,07% akibat panen raya. Selain itu, daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing memberikan andil deflasi 0,05�n 0,03%.
Deflasi juga didorong oleh penurunan harga bensin dan tarif angkutan udara yang masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,03%.
Berdasarkan wilayah, secara bulanan terdapat 20 provinsi mengalami inflasi dan 18 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Maluku Utara sebesar 1,48%, sementara deflasi terdalam terjadi di Sumatra Barat sebesar 1,15%. Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tercatat mengalami deflasi pada Januari 2026 setelah mengalami inflasi pada Desember 2025.
Secara tahunan, seluruh provinsi mengalami inflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Aceh sebesar 6,69%, sementara inflasi terendah terjadi di Lampung sebesar 1,90%. Tiga provinsi dengan inflasi tahunan tertinggi pada Januari 2026 yakni Aceh, Sulawesi Tenggara, dan Papua Barat, yang dipengaruhi oleh faktor low base effect, terutama pada tarif listrik.
"Dengan demikian, meskipun secara bulanan terjadi deflasi pada Januari 2026, inflasi tahunan masih dipengaruhi oleh faktor pembanding yang rendah, terutama pada komoditas tarif listrik," pungkas Ateng.
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-14605-bps-catat-januari-2026-alami-deflasi-015-persen