JATIMPEDIA, Surabaya -Terminal Petikemas Nilam memperkuat kesiapan fasilitas dan peralatan bongkar muat guna mendukung peningkatan kapasitas serta keandalan layanan terminal melalui penambahan satu unit Electric Rubber Tyred Gantry Crane (E-RTG).
Terminal Head Terminal Petikemas Nilam, Retno Pujianto, di Surabaya, mengatakan penambahan E-RTG tersebut merupakan bagian dari langkah modernisasi peralatan sekaligus penerapan teknologi bongkar muat yang lebih ramah lingkungan dan efisien dibandingkan RTG konvensional.
"Penambahan E-RTG merupakan bagian dari upaya kami meningkatkan keandalan operasional sekaligus mendorong penggunaan peralatan yang lebih modern dan ramah lingkungan. Kami memastikan aspek keselamatan, sertifikasi, keandalan peralatan, sistem kelistrikan, serta kesiapan mitigasi telah menjadi perhatian utama sebelum alat ini mulai beroperasi," ujar Retno.
Hingga Agustus 2026, Terminal Petikemas Nilam mencatat realisasi arus petikemas sebesar 368.127 TEUs. Operasional terminal saat ini didukung oleh empat unit Container Crane (CC), delapan unit RTG, dan satu unit Reach Stacker (RS). Kehadiran E-RTG baru ini diharapkan dapat makin meningkatkan produktivitas serta kualitas pelayanan terminal.
Sebagai persiapan pengoperasian yang direncanakan mulai Oktober 2026, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak telah melakukan peninjauan teknis terhadap unit E-RTG tersebut pada Rabu (16/9).
Fungsional Umum pada Seksi Kepelabuhanan KSOP Utama Tanjung Perak, Sugeng Adi Prasetyo, menekankan pentingnya pemenuhan seluruh standar kelayakan sebelum alat dioperasikan secara penuh di lapangan penumpukan.
“Seluruh kelengkapan dan aspek keselamatan perlu dipastikan sebelum alat mulai beroperasi, termasuk sertifikasi peralatan serta kesiapan sistem kelistrikan dan pendukung lainnya, sehingga E-RTG nantinya dapat digunakan secara aman dan optimal,” kata Sugeng.
Selain kelayakan fisik dan sertifikasi, Sugeng juga mengingatkan pentingnya kesiapan prosedur mitigasi penanganan gangguan teknis agar operasional terminal tetap berjalan lancar tanpa hambatan.
Melalui sinergi antara Terminal Petikemas Nilam, KSOP Utama Tanjung Perak, dan para pemangku kepentingan kepelabuhanan, pengoperasian E-RTG ramah lingkungan ini diharapkan mampu mendukung efisiensi rantai logistik nasional. secara berkelanjutan
Editor : Taufiq