JATIMPEDIA, Tianjin – Forum China-ASEAN-Indonesia 2026 tentang Kerja Sama dan Investasi Kapasitas Industri resmi digelar di Kota Tianjin, China utara. Acara ini berfokus pada peningkatan struktur industri Indonesia, pengembangan kawasan industri hijau, serta lokalisasi perusahaan-perusahaan China di Tanah Air .
Forum yang berlangsung pada 16 September 2026 ini diselenggarakan oleh Bedford Square Group (BSG) dan dihadiri perwakilan pemerintah serta kalangan bisnis kedua negara . Turut hadir lembaga promosi investasi Indonesia, organisasi pengusaha Tionghoa, pengelola kawasan industri, perusahaan infrastruktur, dan penyedia layanan profesional .
Seiring berlanjutnya implementasi RCEP dan peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN ke Versi 3.0, perusahaan-perusahaan China secara bertahap mengubah pendekatan mereka. Jika sebelumnya hanya berfokus pada perdagangan dan ekspor produk, kini mereka mulai masuk ke kawasan industri, produksi lokal, kolaborasi rantai industri, serta operasional jangka panjang .
Direktur Pusat Promosi Investasi Indonesia (IIPC) Beijing, Rizaldi Indra Janu, menyatakan bahwa Indonesia terus mendorong pengembangan hilirisasi industri, energi hijau, dan manufaktur. Pemerintah juga meningkatkan kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, serta kebijakan fasilitasi investasi .
“Perusahaan-perusahaan China telah menjadi mitra investasi penting bagi Indonesia, dan kedua belah pihak masih memiliki ruang kerja sama yang sangat luas di bidang manufaktur, energi baru, infrastruktur, serta kolaborasi rantai industri,” ujar Rizaldi .
Pendiri sekaligus CEO Global Putra International Group (GPI), Sumadi Kusuma, menekankan bahwa membangun kehadiran jangka panjang di Indonesia tidak hanya membutuhkan modal, teknologi, dan produk. Pemahaman yang kuat tentang undang-undang, regulasi, budaya, serta kondisi pasar setempat menjadi faktor krusial .
“Perusahaan-perusahaan China sedang mempercepat peralihan mereka dari perdagangan tradisional menuju investasi industri, lokalisasi manufaktur, serta kolaborasi rantai pasokan,” ujar Sumadi yang juga Ketua Penyantun Abadi Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (PERPIT) .
Kepala perwakilan Bedford Square Group di Indonesia, Liu Zhe, mengakui bahwa pasar Indonesia memberikan peluang signifikan. Namun, lokalisasi yang sukses memerlukan persiapan sistematis di berbagai bidang, termasuk akses investasi, pemilihan kawasan industri, mitra lokal, kepatuhan, dan koordinasi sumber daya .
Dalam forum tersebut, sejumlah perusahaan dan lembaga China serta Indonesia menggelar diskusi tatap muka. Pembahasan mencakup kawasan industri, manufaktur hijau, layanan air, infrastruktur digital, logistik dan rantai pasokan, serta layanan perusahaan .
Kegiatan ini diharapkan dapat mengubah kebutuhan investasi, sumber daya industri, dan kemampuan perusahaan China menjadi peluang kerja sama yang lebih konkret, sekaligus memperkuat kemitraan industri antara kedua negara.
Editor : Rizky