JATIMPEDIA, Surabaya - ID FOOD melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) membuka akses pasar baru bagi peternak ayam petelur di Jawa Timur. Sebanyak 40 ton daging ayam petelur non-produktif atau ayam afkir beku dikirim untuk memenuhi kebutuhan pasar di Makassar dan Papua.
Direktur Komersial ID FOOD Dwi Sutoro mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membantu peternak memasarkan ayam yang telah memasuki akhir masa produksi. Penyerapan ini sekaligus menjadi tahap awal pengembangan skema perdagangan business to business (B2B) yang menghubungkan peternak dengan pasar secara lebih terarah.
“Kesempatan perdana ini dilakukan pengiriman sebanyak 40 ton daging ayam petelur beku atau frozen untuk membangun skema perdagangan B2B yang mempertemukan peternak dengan kebutuhan pasar secara lebih terarah,” kata Dwi di Sidoarjo, Selasa (1/9/2026).
Menurut Dwi, penyerapan diarahkan ke sejumlah wilayah yang memiliki potensi permintaan, khususnya kawasan Indonesia timur. Distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian produk, spesifikasi, harga, serta kesinambungan pasokan.
Dalam pelaksanaannya, ID FOOD menggandeng sejumlah koperasi peternak, yakni Koperasi PPN Blitar, Koperasi Kartini Blitar, Koperasi Putra Blitar, Koperasi PPRN Blitar, Koperasi Berkah Telur Blitar, dan Koperasi Seribu Rejeki Kediri.
Dwi menyebut, kebutuhan pasar Makassar dan Papua saat ini berpotensi menyerap hingga 150 ton daging ayam petelur per bulan. Volume tersebut masih dapat ditingkatkan secara bertahap seiring dengan perkembangan pasar dan kesiapan pasokan dari peternak.
“Selain meningkatkan volume, kami juga akan mengembangkan menuju pasar di daerah lainnya agar bisnis ini berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pola perdagangan tersebut sejalan dengan transformasi ID FOOD sebagai perusahaan trading pangan. Melalui jaringan distribusi yang dimiliki, perusahaan berupaya menghubungkan sentra produksi dengan wilayah yang membutuhkan pasokan.
Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Makmun, mengatakan pengiriman tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian untuk membantu penyerapan ayam petelur yang telah memasuki masa pemotongan.
Menurutnya, Kementan mendukung pengiriman sekitar 40 ton daging ayam petelur dari Jawa Timur ke Sulawesi Selatan sebagai salah satu langkah menjaga stabilitas harga sekaligus keberlanjutan usaha peternak.
“Ini sebagai bentuk apresiasi kami kepada teman-teman peternak ayam petelur, khususnya di Jawa Timur, sehingga stabilisasi terjadi dan para peternak terus bisa melanjutkan usaha serta berproduksi,” kata Makmun.
Selain membantu peternak, distribusi antardaerah tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan daging ayam di wilayah yang masih mengalami kekurangan pasokan. Dengan demikian, pengiriman dari Jawa Timur dapat memperluas akses pasar tanpa mengganggu pasar yang selama ini telah dilayani peternak di daerah tujuan.
Langkah tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya rantai perdagangan ayam petelur afkir yang lebih terstruktur, sekaligus membuka peluang pasar baru bagi peternak di Jawa Timur.
Editor : Eka Sapto