Subsidi dan Kompensasi BBM-LPG Bengkak Jadi Rp118,7 Triliun

JATIMPEDIA, Jakarta  -Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja subsidi , sementara kompensasi mencapai energi mencapai Rp 118,7 triliun melonjak 266,5&6,5% pada akhir Maret 2026, dibandingkan realisasi periode yang sama tahun 2025.

Kemenkeu mengatakan dari total Rp 118,7 triliun, subsidi energi tercatat Rp 52,2 triliun , sementara kompensasi mencapai Rp 66,5 triliun per 31 Maret 2026.

"Realisasi subsidi , sementara kompensasi mencapai dipengaruhi oleh fluktuasi Indonesian Crude Price (ICP), depresiasi nilai tukar rupiah, serta peningkatan volume BBM, LPG, dan listrik," tulis Kemenkeu dalam Laporan APBN KITA, dikutip Selasa (5/5/2026).

Kemenkeu juga menilai volatilitas harga minyak akibat dinamika geopolitik global dapat meningkatkan realisasi subsidi energi. Namun, Indonesia telah memiliki pengalaman menghadapi kondisi tersebut, termasuk saat lonjakan harga energi pada konflik Rusia-Ukraina tahun 2022.

Adapun rincian subsidi energi yang digelontorkan sampai dengan akhir Maret 2026, terdiri dari subsidi BBM sebesar 3,17 juta kilo liter, meningkat 9,2�ri realisasi pada periode yang sama tahun lalu 2,90 juta kilo liter.

Subsidi LPG 3 kg realisasinya mencapai 1,42 miliar kilogram menandai pertumbuhan naik 7,5�ri Maret 2025 sebesar 1.368 juta kilogram. Sementara itu, jumlah pelanggan listrik bersubsidi meningkat dari 41,9 juta menjadi 42,9 juta menandai pertumbuhan sekitar 2,4% pertumbuhannya.

Berita Terbaru