JATIMPEDIA, Gresik - Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) menyelenggarakan Employer Meeting bertema Sustainability with Collaborative Leadership di Surabaya dengan menghadirkan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Direktur Sekolah Pascasarjana Unair, Prof. Dr. dr. Achmad Chusnu Romdhoni, Sp.THTBKL Subsp.Onk (K) FICS, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat peran alumni dalam mendukung keberlanjutan pembangunan nasional. Ia menilai, kekuatan institusi pendidikan saat ini sangat ditentukan oleh kemampuan para lulusannya dalam membangun kolaborasi di tengah masyarakat.
“Keberlanjutan bangsa tidak bisa diwujudkan secara parsial. Sinergi antara alumni dan institusi akan memberikan dampak yang lebih luas dalam menjaga sustainability,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kontribusi nyata kedua kepala daerah tersebut dalam memberikan perspektif praktis kepada mahasiswa. Melalui berbagai program seperti KKN dan kemitraan industri, mahasiswa didorong untuk memahami implementasi kebijakan publik secara langsung di lapangan.
“Berbagai masukan, ide, serta kesempatan yang diberikan mampu membuka wawasan mahasiswa terhadap potensi daerah dan praktik nyata pembangunan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memaparkan capaian daerahnya di sektor agromaritim. Pada 2025, Lamongan mencatat produksi padi mencapai 1,33 juta ton, yang menjadi penopang ketahanan pangan daerah.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan potensi dari hulu hingga hilir secara terintegrasi, dengan dukungan kualitas sumber daya manusia yang unggul.
“Keunggulan kami terletak pada SDM yang ‘megilan’—Mandiri, Elegan, enerGik, Inovatif, Loyalitas, Adaptif, dan Nyaman. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi ini mampu menghasilkan capaian luar biasa,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyoroti posisi strategis wilayahnya sebagai pusat industri dan logistik nasional. Keberadaan sejumlah pelabuhan aktif menjadikan Gresik sebagai simpul penting distribusi barang, termasuk aktivitas ekspor-impor di Jawa Timur.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan industri terintegrasi seperti JIIPE terus didorong guna memperkuat pertumbuhan kawasan metropolitan serta rantai pasok regional.
“Gresik memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor industri, perdagangan, dan logistik,” pungkasnya.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kepemimpinan kolaboratif dalam mempercepat pembangunan berkelanjutan berbasis sinergi antara akademisi, pemerintah, dan dunia industri.
Editor : Arif