JATIMPEDIA, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan verifikasi lapangan jutaan peserta PBI nonaktif segera dilakukan demi akurasi data bantuan sosial. Tercatat sebanyak 106.153 peserta PBI yang direaktivasi otomatis tetap akan menjalani pengecekan lapangan untuk memastikan keakuratan data.
“Kami akan melakukan ground check kepada 106.153 peserta PBI yang dinonaktifkan tetapi sudah secara otomatis direaktivasi kembali. Tetapi ini tetap akan kami ground check dan ini akan kira-kira selesai di tanggal 14 Maret,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangan pers di Jakarta.
Amalia menyampaikan pihaknya melakukan verifikasi terhadap 11.017.000 peserta yang statusnya masih dinonaktifkan. Proses ini akan dilakukan bersama Kementerian Sosial guna memastikan ketepatan sasaran.
“Kemudian yang kedua, tadi juga sudah disepakati bahwa keakuratan data ini menjadi sangat penting. Nah oleh sebab itu yang 11.017.000 orang yang juga statusnya dinonaktifkan, ini BPS akan melakukan segera ground check bersama-sama dengan Pak Mensos,” ucapnya.
Amalia menyebut BPS daerah berkolaborasi dengan pendamping PKH dan mitra statistik guna mempercepat verifikasi lapangan. Ia menambahkan, jika dikonversikan ke dalam satuan keluarga, maka jumlah tersebut setara dengan sekitar 5,9 juta keluarga yang akan diverifikasi.
“Nanti kami di lapangan BPS daerah akan berkolaborasi dengan PKH, pendamping PKH, dan juga kami akan merekrut beberapa mitra statistik. Ini akan kami segera selesaikan yang 11 juta ini dalam waktu sekitar dua bulan,” ujar Amalia menjelaskan,
Lebih lanjut, Amalia menjelaskan bahwa sistem Cek Bansos kini telah dilengkapi fitur pemutakhiran desil. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat memperbarui data secara mandiri.
“Kami menambahkan fitur pemutakhiran desil di Cek Bansos agar masyarakat bisa memperbarui data secara mandiri. Jadi fitur Cek Bansos sudah dilengkapi dengan fitur untuk pemutakhiran desil,” kata Amalia menutup.
Sebelumnya, Pemerintah memastikan sebanyak 106 ribu peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) dengan penyakit katastropik telah kembali aktif. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar.
“Dari seluruh penerima bantuan ini, insyaallah yang mengalami gangguan kesehatan katastropik sekitar 106.000-an orang sudah aktif lagi. Dalam konteks yang berhak menerima bantuan ini, kami membutuhkan konsolidasi terus menerus terutama pihak kepala daerah untuk lebih proaktif lagi,” kata Muhaimin Iskandar saat konferensi pers di usai Rapat Bersama dengan Kementerian/Lembaga di kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin, 16 Februari 2026.
Lebih lanjut, Muhaimin mengakui masih terdapat peserta BPJS PBI yang dinonaktifkan. Namun, ia menegaskan penonaktifan dilakukan karena sebagian peserta dinilai sudah tidak memenuhi kriteria penerima bantuan.
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-14885-bps-targetkan-ramp-check-peserta-pbi-jkn-tuntas-2-bulan