JATIMPEDIA, Surabaya - Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (Jatim) melalui Survei Penjualan Eceran (SPE) memprediksikan penjualan eceran di Surabaya meningkat pada Februari 2026 namun akan melambat pada Mei 2026.
"Responden memprakirakan kinerja penjualan eceran akan meningkat pada Februari 2026 namun diprakirakan melambat pada Mei 2026," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim di Surabaya, Rabu.
Kondisi tersebut, tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Februari 2026 yang mencapai 175,6, lebih tinggi dibandingkan 174,4 pada Januari 2026 seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat pada momen HBKN Imlek.
Sementara itu, IEP Mei 2026 diprakirakan sebesar 161 atau lebih rendah dibandingkan dengan 164,6 pada April 2026.
Perlambatan ini diprakirakan disebabkan oleh berkurangnya hari operasional penjualan pada periode cuti bersama HBKN Idul Adha dan Hari Raya Waisak.
Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Februari 2026 diprakirakan meningkat sedangkan pada Mei 2026 diprakirakan stabil.
Hal itu, tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum pada Februari 2026 yang meningkat menjadi sebesar 169,5 dari 158,5 pada Januari 2026 seiring dengan kenaikan permintaan masyarakat pada momen HBKN lmlek.
Selanjutnya, Indeks Ekspektasi Harga Umum pada Mei 2026 sebesar 1 62,2 yakni stabil dibandingkan April 2026.
Ibrahim menuturkan, kondisi tersebut menunjukkan ekspektasi harga tetap berada pada level yang relatif masih tinggi seiring dengan kenaikan permintaan masyarakat pada momen HBKN Idul Adha dan Hari Raya Waisak.
Editor : Eka Sapto
URL : https://jatimpedia.id/news-14407-bi-jatim-penjualan-eceran-di-surabaya-februari-2026-bakal-tumbuh