JATIMPEDIA, Jombang - Harga tembakau kering di Kabupaten Jombang masih mengalami penurunan signifikan di tengah berlangsungnya fenomena kemarau basah. Kondisi ini dikeluhkan petani karena berdampak pada pendapatan mereka.
Penurunan harga tersebut terjadi dalam dua pekan terakhir. Harga jual tembakau kering yang sebelumnya mencapai Rp40.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp37.000. Hal serupa juga terjadi pada tembakau basah yang anjlok dari Rp4.000 menjadi Rp2.800 per kilogram.
Ketua DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang, Lasiman, membenarkan tren penurunan tersebut. Ia menyebut kondisi cuaca yang tidak menentu turut memengaruhi kualitas daun tembakau sehingga berdampak pada harga di tingkat petani.
“Harga jual tembakau kering yang semula Rp40.000 sekarang turun jadi sekitar Rp37.000, sedangkan harga tembakau basah dari Rp4.000 menjadi Rp2.800,” ujarnya, Sabtu (11/10/2025).
Berbeda dengan pandangan APTI, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menilai harga di lapangan masih tergolong stabil. Kepala Dinas Pertanian Jombang, M. Rony, menyebutkan harga daun basah masih berada di kisaran Rp5.000 per kilogram.
“Memang terdapat penurunan kualitas daun karena pengaruh curah hujan di musim kemarau ini,” jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (10/10/2025).
Terkait kebijakan perlindungan bagi petani tembakau, Rony menegaskan bahwa asuransi pertanian hingga kini masih menjadi kewenangan pemerintah pusat dan baru mencakup komoditas padi.
“Terkait asuransi pertanian itu kewenangan pusat, dan aturan yang ada baru untuk tanaman padi,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya mengimbau petani agar menyesuaikan komoditas tanam dengan kondisi cuaca yang tidak menentu. Melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan media sosial, Dinas Pertanian mendorong petani menanam palawija sebagai alternatif selain tembakau.
“Petani disarankan menanam palawija sebagai alternatif selain tembakau,” tambahnya.
Selain itu, petani juga diarahkan memperbaiki sistem drainase dengan menggali parit sedalam 40–50 sentimeter agar air tidak menggenangi lahan. Pemerintah daerah bersama APTI Jombang telah menjadwalkan kegiatan tanam perdana tembakau pada Maret mendatang di Desa Wadung, Kecamatan Kabuh.
Dalam kegiatan tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan dihadirkan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai fenomena kemarau basah yang memengaruhi produktivitas pertanian di daerah itu.
Editor : Rofiq
URL : https://jatimpedia.id/news-12570-harga-tembakau-kering-di-jombang-masih-di-bawah-normal