JATIMPEDIA, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang pada Juni 2024 tercatat surplus US$4,10 miliar. Kondisi surplus ini tercatat sudah berlangsung selama 62 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan kondisi surplus neraca perdagangan ini lebih ditopang oleh surplus komoditas nonmigas, yakni sebesar US$5,22 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utama lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral serta besi dan baja.
"Neraca perdagangan komoditas migas defisit US$1,11 miliar dengan komoditas penyumbang defisit minyak mentah dan hasil minyak," kata Pudji, Jumat (1/8/2025).
Secara rinci dipaparkan, kinerja nilai ekspor pada Juni 2025 tercatat US$23,44 miliar atau naik 11,29% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding juni 2024. Secara akumulasi, sepanjang Januari-Juni 2025, total nilai ekspor tercatat US$135,41 miliar atau naik 7,7% yoy.
Menurut data BPS, nilai ekspor migas pada Juni 202 tercatat US$1,11 miliar atau turun 9,85�ri Juni 2024 yang sebesar US$$1,23 miliar. Di sisi lain, nilai ekspor nonmigas tercatat naik 12,61% menjadi US$22,33 miliar dari US$19,83 miliar.
"Peningkatan nilai ekspor juni terutama didorong kenaikan ekspor nonmigas, yakni komoditas biji logam terak dan abu yang naik 3.736,4�ngan andil 3,09%," ujar Pudji.
Kemudian, komoditas lemak dan minyak hewani/nabati naik 22,05�ngan andil 2,85%. Terakhir, logam mulia serta perhiasan atau permata yang naik 104,44�ngan andil 2,59%.
Terkait ekspor nonmigas menurut sektor, total ekspor nonmigas US$22,33 miliar dan jika dirinci menurut sektor, pertanian, kehutanan dan perikanan berkontribusi US$0,59 miliar atau 49,55%, indutri pengolahan US$19 miliarr dengan pertumbuhan 16,75%, sementara pertambangan dan lainnya US$2,47 miliar dan mengalami penurunan 13,36%.
"Peningkatan nilai ekspor nonmigas secara tahunan utamanya didorong oleh sektor industri pengolahan yang naik 16,75�ngan andil 12,95%," kata Pudji.
Sementara itu, kinerja nilai impor Indonesia pada Juni 2025 tercatat sebesar US$19,33 miliar atau naik 4,28% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding Juni 2024.
Nilai impor migas tercatat sebesar US$2,22 miliar atau turun 32,07% secara tahunan. Di sisi lain, nilai impor nonmigas US$ 17,11 miliar atau naik 12,07%.
"Peningkatan impor didorong kenaikan impor nonmigas dengan andil 9,94%," kata Pudji, Jumat (1/8/2025).
Menurut penggunaan, terjadi peningkatan impor untuk golongan barang konsumsi dan barang modal. Impor barang konsumsi tercatat naik 1,18%, bahan baku penolong merosot 2,74%, sedangkan barang modal pendorong utama dengan impor yang naik 37,8�n memberi andil 6,2%.
Tiga komoditas utama nonmigas yang diimpor Indonesia pada periode kumulatif Januari-Juni tercatat mesin atau peralatan mekanis, mesin atau peralatan elektrik, kendaraan serta bagiannya. (cin)
Editor : Fitri Handayani
URL : https://jatimpedia.id/news-11319-neraca-dagang-juni-2024-alami-surplus-41-miliar-dolar-as
Geely Coolray resmi dipasarkan di Indonesia di GIIAS 2026. SUV kompak ini dibanderol Rp333 juta dengan mesin turbo 1.500 cc. …
PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan di Indramayu, Jawa Barat, memanfaatkan kembali gas yang sebelumnya dibakar melalui gas suar (flare) …
Satgas PASTI juga melaporkan perkembangan Indonesia Anti Scam Centre (IASC)/ Hingga 31 Juli 2026, IASC menerima 637.055 laporan terkait 1.179.881 rekening berma …
PT Blue Bird Tbk (Bird) membukukan pendapatan sebesar Rp2,97 triliun pada Semester I 2026, didukung kinerja seluruh lini bisnis serta meningkatnya kebutuhan mob …
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Dony Oskaria mengatakan terdapat banyak perusahaan …
Maskapai Wings Air membuka rute penerbangan langsung dari Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung ke Bandara Internasional Radin Inten II, Lampung, sebagai up …