JATIMPEDIA, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember membidik dukungan anggaran pemerintah pusat hampir Rp500 miliar untuk mempercepat pembangunan sektor kesehatan, perikanan, dan peternakan.
Dari sejumlah program yang diperjuangkan, sektor kesehatan menjadi prioritas dengan perkiraan anggaran Rp400 miliar.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan perkembangan tersebut setelah melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian di Jakarta. Informasi itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).
Menurut Fawait, anggaran sekitar Rp400 miliar diproyeksikan untuk revitalisasi puskesmas dan rumah sakit, termasuk pengadaan peralatan medis. Program tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2027.
“Perkiraan anggaran yang sudah bisa kami pastikan sekitar Rp400 miliar, termasuk untuk pengadaan peralatan kesehatan,” ujar Fawait.
Revitalisasi ini diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Jember. Terlebih, cakupan Universal Health Coverage (UHC) daerah tersebut telah mencapai 98,69 persen atau sekitar 2,61 juta jiwa berdasarkan data per 1 Oktober 2026.
Selain kesehatan, Pemkab Jember menjajaki dukungan anggaran sektor perikanan melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Potensi dukungannya diperkirakan mencapai Rp50 miliar hingga Rp100 miliar, terutama untuk membantu nelayan perikanan tangkap dan pembudidaya ikan air tawar.
Namun, program perikanan tersebut masih dalam tahap pengusulan dan verifikasi calon penerima manfaat.
Pemkab Jember juga mengajukan program pengembangan peternakan unggas, domba, dan sapi melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian. Program ini direncanakan untuk periode 2026–2027, tetapi nilai anggarannya belum dipastikan.
Fawait menegaskan, upaya memperoleh dukungan pemerintah pusat merupakan bagian dari strategi mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jember,” katanya.
Pemkab Jember selanjutnya akan mengawal proses pengusulan dan memastikan kejelasan alokasi anggaran, jadwal pelaksanaan, serta penerima manfaat. Langkah ini diperlukan agar dukungan yang diperjuangkan dapat terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Editor : Rofiq