JATIMPEDIA, Surabaya - Merek kopi asal Jepang, % Arabica, mulai membidik pasar Surabaya dengan membuka gerai pop-up di Pakuwon Mall pada 24 Oktober 2026. Kehadiran ini menjadi langkah ekspansi perusahaan untuk menjangkau konsumen di Kota Pahlawan sekaligus mengukur potensi pasar sebelum memutuskan membuka gerai permanen.
% Arabica didirikan oleh pengusaha asal Jepang, Kenetsuji, yang akrab disapa Mr. Ken. Gerai pertamanya dibuka pada 2013 di kawasan Higashiyama, Kyoto, Jepang. Sejak itu, merek tersebut berkembang ke berbagai negara. Saat ini, % Arabica telah memiliki lebih dari 230 gerai di berbagai belahan dunia, termasuk China daratan, Singapura, sejumlah negara Asia Tenggara, kawasan Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Eropa.
Ekspansi di Indonesia dimulai pada 2021 melalui gerai pertama di Central Park, Jakarta Barat. Setelah Jakarta, merek tersebut memperluas kehadirannya ke Bali dan Semarang sebelum memasuki Surabaya.
Surabaya menjadi kota keempat di Indonesia yang dimasuki % Arabica. Untuk tahap awal, perusahaan akan mengoperasikan gerai pop-up selama enam bulan guna mengevaluasi respons konsumen, tren pasar, dan potensi penjualan.
Chief Strategy Officer ATERIA Group, Astrid Kusumadewi, mengatakan kehadiran % Arabica di Surabaya merupakan bagian penting dari perjalanan ekspansi merek tersebut di Indonesia.
"Surabaya menjadi langkah penting dalam perjalanan ekspansi % Arabica di Indonesia. Melalui kehadiran kami di Pakuwon Mall Surabaya, kami ingin membawa filosofi See the World Through Coffee lebih dekat kepada masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari keseharian dan budaya kopi di kota ini," ujarnya.
Menurut Astrid, gerai tersebut diharapkan menjadi tempat bagi pelanggan untuk menikmati kopi berkualitas, bertemu, dan membangun koneksi di tengah aktivitas sehari-hari.
Ia mengatakan, Surabaya memiliki potensi pasar yang besar. Ketertarikan masyarakat setempat juga terlihat dari banyaknya pertanyaan melalui media sosial mengenai rencana pembukaan gerai di Surabaya.
"Beberapa masyarakat Surabaya juga berkomentar di Instagram dan menanyakan kapan kami buka di Surabaya. Akhirnya, kami memutuskan untuk membuka % Arabica di sini," katanya.
Pakuwon Mall dipilih karena dinilai memiliki tingkat kunjungan tinggi dan menjadi salah satu destinasi belanja serta gaya hidup utama di Surabaya. Lokasi tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan menjangkau konsumen yang lebih luas.
"Untuk saat ini, kami masih fokus di Pakuwon Mall dulu. Kalau setelah enam bulan kami melihat tren pasarnya bagus, kami akan membuka gerai resmi atau official store," ujar Astrid.
Respons awal masyarakat Surabaya terhadap kehadiran merek kopi ini terbilang positif. Pada akhir pekan pertama operasional, pengunjung bahkan rela mengantre untuk mendapatkan minuman yang ditawarkan.
"Kami senang melihat antusiasme masyarakat Surabaya. Bahkan, pengunjung sampai mengantre cukup panjang dan kami sempat kewalahan menghadapi antrean pelanggan," katanya.
Meski menghadapi lonjakan pengunjung, perusahaan mengaku tetap menjaga kualitas produk dan pelayanan. Standar yang diterapkan mengacu pada karakter pelayanan Jepang, dengan perhatian terhadap detail dan estetika.
Dari sisi produk, % Arabica mengusung konsep menu yang berfokus pada kopi klasik dengan pilihan biji kopi single origin serta sejumlah minuman khas, seperti Spanish Latte dan Kyoto Latte.
Kyoto Latte menjadi salah satu menu andalan yang banyak diminati konsumen. Minuman ini dikembangkan dengan racikan dasar buatan sendiri atau homemade dan menggunakan biji kopi impor untuk mempertahankan karakter rasa yang diinginkan.
"Karakter Kyoto Latte itu kopinya masih terasa intens, tidak terlalu pahit, tetapi tetap memiliki tekstur creamy dan sedikit rasa manis pada akhir tegukan," ungkap Trainer % Arabica Indonesia, Fransisco Agung Christian Nillu.
Kyoto Latte ditawarkan dengan harga sekitar Rp60.000. Secara keseluruhan, harga minuman % Arabica di Indonesia berkisar Rp50.000 hingga Rp80.000, dengan harga yang sama di seluruh gerai.
Selain itu, tersedia Summer Americano yang memadukan espresso dengan sentuhan citrus untuk menghasilkan rasa segar. Pelanggan juga dapat memilih minuman hangat maupun dingin, kopi tanpa kafein, alternatif susu, minuman non-kopi, serta soft cream rasa kopi.
Pengembangan Kyoto Latte juga mencerminkan upaya perusahaan menyesuaikan produk dengan karakter pasar Indonesia. Konsumen Jepang cenderung menyukai kopi klasik yang tidak terlalu manis, seperti cafe latte dan cappuccino. Sementara itu, Kyoto Latte dikembangkan agar dapat dinikmati lebih luas oleh konsumen Indonesia.
Gerai pop-up % Arabica di Pakuwon Mall dirancang dalam konsep kios yang kompak, fungsional, dan mudah diakses dari berbagai arah. Desainnya memadukan material bernuansa hangat, elemen putih yang bersih, serta pendekatan minimalis yang menjadi ciri khas merek tersebut.
Salah satu elemen yang menonjol adalah jendela berbentuk lingkaran. Desain modular gerai ini dikembangkan bersama studio desain asal Austria, Precht.
Konsep tersebut memungkinkan pengunjung melihat langsung proses persiapan kopi sekaligus menikmati pengalaman yang mengedepankan kualitas produk dan estetika ruang.
Melalui kehadiran di Surabaya, % Arabica berharap dapat menjadi bagian dari perkembangan budaya kopi di Jawa Timur. Hasil evaluasi gerai pop-up selama enam bulan akan menjadi pertimbangan perusahaan dalam menentukan peluang pengembangan usaha berikutnya.
Editor : Arif
URL : https://jatimpedia.id/news-19240-gerai-baru-arabica-bidik-pecinta-kopi-surabaya