JATIMPEDIA, Madiun - Upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan terus dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun. Hingga pertengahan Oktober 2026, program Gerakan Pangan Murah (GPM) telah digelar lebih dari 50 kali di berbagai lokasi di Kota Madiun.
Program tersebut menjadi salah satu langkah intervensi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pelaksanaannya dilakukan secara mobile dengan menyasar sejumlah kelurahan, termasuk saat kegiatan Wali Kota Bersama Rakyat (WBR) maupun momentum tertentu.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kota Madiun Sumini mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Warga memanfaatkan GPM untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
"Alhamdulillah, masyarakat bersemangat untuk berbelanja dengan harga yang terjangkau. Dalam satu tahun ini, kami sudah mengadakan GPM lebih dari 50 kali," ujarnya.
Sumini menjelaskan, GPM tidak sekadar menjadi sarana penyediaan bahan pangan murah. Program tersebut juga diarahkan untuk mengendalikan inflasi, terutama melalui intervensi harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok.
Adapun komoditas yang dijual meliputi beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), gula pasir, minyak goreng, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, hingga cabai rawit.
Untuk menjaga keterjangkauan harga, DKPP Kota Madiun menggandeng sejumlah pihak dalam penyediaan komoditas. Di antaranya Perum Bulog untuk pasokan beras dan minyak goreng serta PT PG Rajawali untuk mendukung ketersediaan komoditas gula pasir.
"Kami memastikan harga yang dijual lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Harapannya, masyarakat bisa terbantu dan kebutuhan pangan tetap terpenuhi," ujarnya.
Di sisi lain, DKPP Kota Madiun juga mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk mendukung ketersediaan pangan keluarga. Salah satunya melalui pembagian bibit cabai secara gratis kepada warga dalam kegiatan GPM.
Menurut Sumini, pemanfaatan pekarangan menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri. Lahan yang tidak terlalu luas pun tetap bisa dimanfaatkan untuk menanam cabai, sayuran, maupun tanaman produktif lainnya.
Dengan begitu, masyarakat diharapkan tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan di pasar, terutama ketika harga komoditas tertentu mengalami kenaikan.
"Selain pengendalian harga, kami juga mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah. Jadi, ketika harga pangan naik, masyarakat tetap bisa memenuhi sebagian kebutuhannya sendiri," katanya.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya membantu menjaga stabilitas harga pangan, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga melalui ketersediaan bahan pangan yang lebih mudah dijangkau.
Editor : Rofiq
URL : https://jatimpedia.id/news-19169-hingga-oktober-pemkot-madiun-telah-gelar-50-gerakan-pangan-murah