PLN UIT JBM Siapkan Penguatan Transmisi 500 kV Hadapi Penguatan Industri

JATIMPEDIA, Surabaya  -Pertumbuhan industri di Jawa Timur meningkatkan kebutuhan pasokan listrik yang andal. PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) pun menyiapkan penguatan jaringan transmisi tegangan tinggi, terutama untuk menopang kawasan metropolitan Surabaya, Pasuruan, serta Banyuwangi yang berkembang menjadi pusat pertumbuhan industri baru.

 

 

General Manager PT PLN (Persero)  UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengatakan penguatan infrastruktur transmisi menjadi kebutuhan mendesak untuk mengimbangi pertumbuhan industri dan investasi di wilayah tersebut.

 

 

Menurut dia, ketersediaan listrik bukan sekadar memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan investor dan memastikan aktivitas ekonomi berjalan lancar.

 

 

"Pembangunan industri secara masif, khususnya di kawasan metropolitan seperti Surabaya, membuat ketersediaan listrik menjadi sangat penting. Begitu juga Banyuwangi, Pasuruan, dan Gresik yang berkembang pesat," ujarnya saat kegiatan Media Briefing dan Forum Silaturahmi HLN ke-81 PLN UIT JBM di Kantor UPT Surabaya. 

 

Ika menyebut sejumlah proyek industri berskala besar, termasuk industri pengolahan tembaga, kaca yang ada  di Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik dan sektor manufaktur lainnya, membutuhkan dukungan pasokan listrik yang memadai. Infrastruktur kelistrikan yang kuat diharapkan mampu mendukung ekspansi industri sekaligus menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

 

 

"PLN merupakan bagian dari alat negara untuk menyediakan kelistrikan. Kami ingin memastikan investor tetap nyaman berinvestasi di Indonesia sehingga kegiatan ekonomi terus berputar," katanya.

 

 

 

Salah satu perhatian PLN adalah penguatan sistem kelistrikan metropolitan Surabaya. Ika menjelaskan, berbeda dengan Jakarta yang ditopang delapan gardu induk bertegangan 500 kilovolt (kV), kawasan metropolitan Surabaya saat ini hanya di topang oleh GI 500 kV Gresik dan Krian. Kondisi tersebut membuat pembangunan Gardu Induk dan jaringan transmisi 500 kV menjadi penting untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik, terutama ketika kebutuhan industri dan perkotaan terus bertambah.

 

 

Untuk itu, PLN saat ini membangun GI 500 kV di Waru Sidarjo dan  infrastruktur transmisi. Pengembangannya dilakukan dengan mengganti jaringan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kV yang ada dengan kabel bawah tanah. Ruang jalur transmisi yang tersedia kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan jaringan tegangan ekstra tinggi 500 kV.

 

 

"Sekarang kita sedang membangun GI 500 kV di Waru, termasuk transmisinya. Saluran 150 kV yang lama kita ganti dengan kabel bawah tanah, sedangkan jalur yang ada dimanfaatkan untuk membangun saluran 500 kV. Ini untuk menopang kawasan metropolitan," jelasnya.

 

 

Penguatan serupa direncanakan di Surabaya Selatan. Namun, proyek tersebut menghadapi tantangan karena jalur transmisi beririsan dengan kawasan pendekatan pendaratan pesawat dan landasan pacu. Karena itu, diperlukan penyelesaian aspek keselamatan penerbangan sebelum pembangunan dapat dilaksanakan.

 

 

Sebagai langkah sementara, PLN merencanakan pengalihan jalur transmisi 500 kV dari Waru menuju Grati, Pasuruan, untuk melayani kebutuhan pelanggan besar di wilayah tersebut. Rencana penguatan menuju Surabaya Selatan tetap menjadi bagian dari pengembangan sistem kelistrikan jangka panjang.

 

 

Banyuwangi perlu jaringan 500 kV

 

 

Selain kawasan metropolitan, Banyuwangi menjadi wilayah yang membutuhkan penguatan transmisi seiring pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata dan industri. Saat ini, pasokan listrik di Banyuwangi dan sekitarnya masih mengandalkan jaringan dari GI 500 kV Paiton, sementara infrastruktur transmisi 500 kV belum menjangkau wilayah tersebut.

 

 

Padahal, kebutuhan listrik berpotensi meningkat seiring berkembangnya hotel, industri, dan investasi baru. PLN merencanakan pembangunan transmisi 500 kV dari Paiton menuju Kalipuro, Banyuwangi, yang selanjutnya direncanakan terhubung dengan sistem kelistrikan Bali.

 

 

"Di Banyuwangi dan sekitarnya saat ini belum ada transmisi 500 kV. Padahal, perkembangan hotel dan industrinya luar biasa. Karena itu, jaringan ini perlu diperkuat untuk mendukung kebutuhan listrik ke depan," kata Ika.

 

 

Rencana tersebut telah memasuki tahapan penentuan lokasi bersama pemerintah daerah. Meski demikian, pembangunan masih menghadapi tantangan perizinan, terutama karena jalur yang direncanakan melintasi kawasan hutan Baluran. Persyaratan pemanfaatan kawasan hutan yang semakin ketat perlu dipenuhi agar proyek dapat berjalan sesuai ketentuan.

 

 

Penguatan jaringan juga diperlukan di wilayah Madura, khususnya jalur Bangkalan-Sampang, yang kapasitas infrastrukturnya semakin terbatas. Pengembangan transmisi tegangan tinggi telah masuk dalam rencana pengembangan sistem kelistrikan PLN.

 

 

Di luar wilayah tersebut, PLN juga menyiapkan pengembangan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan industri di Ngoro, Bangil, Madiun, dan Ngawi. Sejumlah gardu induk dan jaringan transmisi baru diperlukan agar pertumbuhan kebutuhan listrik dapat diimbangi dengan peningkatan kapasitas penyaluran.

Editor : Arif

Berita Terbaru