Harga BBM Naik, Penjualan Mobil Bekas Tetap Tertekan

JATIMPEDIA, Jakarta – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sepanjang 2026 turut memberi tekanan terhadap pasar mobil bekas di Indonesia. Meski demikian, para pelaku usaha menilai kenaikan harga BBM bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan penurunan penjualan kendaraan bekas.

Marketing & Sales Division JBA Indonesia, Johan Wijaya, mengungkapkan bahwa pasar kendaraan bekas saat ini memang mengalami tekanan. Berdasarkan data balai lelang, periode Januari – Agustus 2026 mencatat lebih dari 28 ribu unit mobil terjual, menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai lebih dari 39 ribu unit.

"Kalau melihat kondisi di balai lelang, memang terdapat penurunan jumlah unit yang ditawarkan. Secara year on year, periode Januari–Agustus 2026 mencatat lebih dari 28 ribu unit mobil terjual, dibandingkan lebih dari 39 ribu unit pada periode yang sama tahun lalu," ujar Johan dikutip dari Kompas.com, Rabu (16/9/2026) .

Meski demikian, Johan menjelaskan bahwa penurunan jumlah unit terjual tersebut sejalan dengan berkurangnya jumlah unit yang ditawarkan. Menariknya, jika melihat rasio penjualan terhadap unit yang ditawarkan, justru terdapat peningkatan sekitar 2 persen dari periode 2025 ke 2026 .

"Dengan kondisi regulasi pemerintah dan harga BBM saat ini, kami melihat kenaikan harga BBM bukan menjadi satu-satunya faktor yang memengaruhi penjualan kendaraan bekas," ucapnya .

Sementara itu, pasar mobil diesel bekas menghadapi tantangan tersendiri. Ketua Umum Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI), Tjung Subianto, menyampaikan bahwa kenaikan harga BBM membuat minat konsumen terhadap mobil diesel mengalami koreksi, terutama di kota-kota besar.

"Karena harga bahan bakar naik, maka ada koreksi sedikit terhadap minat konsumen yang berdampak pada turunnya harga jual mobil berbahan bakar solar, khususnya di kota-kota besar," kata Tjung .

Namun, Tjung menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak terjadi merata di seluruh wilayah. Di Sumatera dan Kalimantan, permintaan mobil diesel masih cukup kuat, terutama untuk menunjang aktivitas perkebunan dan sektor usaha .

Ketua Umum AMBI juga menilai bahwa konsumen kini lebih selektif dalam memilih kendaraan bekas. Mereka cenderung memperhitungkan biaya operasional, konsumsi bahan bakar, dan biaya perawatan sebelum mengambil keputusan pembelian .

Secara umum, kondisi bisnis yang menantang membuat hampir semua sektor merasakan tekanan, termasuk pasar kendaraan bekas dan lelang. Namun, JBA Indonesia melihat masih adanya peluang dari pembeli yang membutuhkan unit, terutama melalui layanan titip jual yang mempertemukan penjual dan pembeli .

 

Editor : Taufiq

Berita Terbaru