PGN Saka Perkuat UMKM Batik Geger Gresik, Dorong Ekonomi Lokal Berbasis Potensi Mangrove

JATIMPEDIA, Gresik  — PT Saka Energi Indonesia melalui PGN Saka atau Saka Pangkah Indonesia Limited (SPIL) terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pendampingan dan penguatan kapasitas UMKM Batik Geger di Desa Banyu Urip, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik.

UMKM Batik Geger merupakan salah satu inisiatif masyarakat setempat untuk mengembangkan usaha batik dengan mengangkat potensi lokal. Dalam proses pengembangannya, para perajin tidak hanya memproduksi batik, tetapi juga melakukan inovasi dengan memanfaatkan bahan pewarna alami yang berasal dari ekstrak tanaman mangrove.

Ketua UMKM Batik Geger, Anis Satulisah, mengatakan keberadaan Batik Geger berawal dari inisiatif masyarakat Desa Banyu Urip yang ingin memproduksi batik sekaligus mengembangkan potensi lokal yang dimiliki wilayah tersebut.

“Batik Geger ini berawal dari inisiatif lokal. Kami masyarakat di sini mempunyai keinginan untuk memproduksi batik dengan mengangkat potensi yang ada di lingkungan sekitar,” ujar Anis.

Seiring berjalannya waktu, para perajin Batik Geger mulai mengembangkan inovasi pada proses pewarnaan. Salah satunya dengan memanfaatkan ekstrak tanaman mangrove sebagai pewarna alami.

“Untuk pewarnaan batik, kami bersama para perajin menggunakan bahan baku dari ekstrak tanaman mangrove. Tanaman mangrove tersebut berasal dari hutan mangrove yang dikelola oleh PGN Saka atau Saka Pangkah Indonesia Limited,” katanya.

Pemanfaatan ekstrak mangrove tersebut memberikan karakter tersendiri pada produk Batik Geger. Selain menghasilkan warna alami, inovasi ini juga menghubungkan pengembangan produk UMKM dengan potensi lingkungan yang ada di sekitar masyarakat.

Dalam proses pengembangannya, PGN Saka memberikan pendampingan kepada UMKM Batik Geger, antara lain melalui pelatihan dan penguatan kapasitas para perajin. Pendampingan juga dilakukan pada aspek pemasaran agar produk yang dihasilkan dapat memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis para perajin dalam menghasilkan produk batik, tetapi juga memperkuat kemampuan UMKM dalam mengelola dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Head of External Relation, Internal Communication and Corporate Secretary PT Saka Energi Indonesia, Zsa Zsa Ryzki, mengatakan penguatan UMKM menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong kemandirian dan peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“PGN Saka berkomitmen untuk terus mendorong penguatan dan pemberdayaan UMKM Batik Geger. Kami melihat Batik Geger memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan, baik dari sisi produk, kapasitas perajin maupun pemasarannya,” ujar Zsa Zsa.

Menurut Zsa Zsa, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui bantuan, tetapi perlu disertai dengan peningkatan kapasitas agar masyarakat mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara mandiri.

“Melalui pendampingan dan pelatihan, kami berharap UMKM Batik Geger semakin kuat dan mampu mengembangkan usahanya. Potensi lokal yang ada di masyarakat dapat menjadi sumber nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Desa Banyu Urip,” katanya.

Zsa Zsa menambahkan, penggunaan ekstrak tanaman mangrove dalam produksi Batik Geger juga menunjukkan bagaimana potensi lingkungan dapat dikembangkan menjadi bagian dari produk ekonomi masyarakat.

“Yang menarik dari Batik Geger adalah adanya keterkaitan antara pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan potensi lingkungan. Tanaman mangrove yang dikelola dapat memberikan nilai tambah ketika dimanfaatkan secara tepat dan berkelanjutan oleh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Anis menambahkan, pendampingan yang diberikan PGN Saka menjadi salah satu faktor yang membantu UMKM Batik Geger dalam mengembangkan kapasitas dan memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas.

“PGN Saka memberikan kami pendampingan dan pelatihan, termasuk dalam hal pemasaran. Pendampingan ini sangat membantu kami untuk terus mengembangkan Batik Geger,” tuturnya.

Ia berharap pengembangan Batik Geger dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dan mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.

“Kami berharap Batik Geger bisa terus berkembang, semakin dikenal, dan bisa menjadi salah satu produk unggulan dari Desa Banyu Urip. Dengan adanya pendampingan, kami juga semakin percaya diri untuk mengembangkan usaha ini,” kata Anis.

Pengembangan UMKM Batik Geger menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan potensi lokal. Inisiatif masyarakat dalam memproduksi batik dipadukan dengan pemanfaatan bahan pewarna alami dari tanaman mangrove serta dukungan peningkatan kapasitas dan pemasaran.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, PGN Saka mendorong agar UMKM Batik Geger tidak hanya mampu menghasilkan produk dengan ciri khas lokal, tetapi juga memiliki kapasitas usaha yang semakin kuat. Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat nilai potensi lokal Desa Banyu Urip.

Upaya tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pemanfaatan potensi lingkungan secara bijak. Batik Geger menjadi salah satu contoh bagaimana inisiatif lokal dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Editor : Rizky

Berita Terbaru