IFBC 2026 Surabaya Dorong Peluang Kemitraan dan Perluasan Bisnis Lokal

JATIMPEDIA, Surabaya - Peluang usaha berbasis waralaba dan kemitraan kembali ditawarkan kepada masyarakat melalui Pameran Info Franchise & Business Concept Expo (IFBC) 2026 di Surabaya. Ajang yang memasuki penyelenggaraan ke-181 itu berlangsung pada 11–13 September 2026 di Grand City Convex Surabaya.

Pameran tersebut mempertemukan sejumlah pihak dalam ekosistem bisnis, mulai dari pemilik merek dan pelaku usaha, calon mitra, investor, hingga masyarakat yang tengah mencari alternatif untuk memulai usaha maupun mengembangkan bisnis yang telah berjalan.

IFBC 2026 Surabaya digelar oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Neo Expo Promosindo. Kegiatan tersebut turut memperoleh dukungan dari sejumlah kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah, termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Kementerian Pariwisata, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kota Surabaya.

Advisor Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Jahja B. Soenarjo mengatakan, pertumbuhan bisnis waralaba dan kemitraan tidak cukup hanya mengandalkan besarnya pasar domestik. Pelaku usaha juga perlu memiliki keberanian untuk memperluas jangkauan bisnis dan mempersiapkan produk lokal agar mampu bersaing di tingkat internasional.

“Indonesia memiliki pasar yang besar. Kita harus berani punya produk dan memperluas pasar, tidak hanya di Indonesia tetapi juga melihat peluang ke pasar global,” ujar Jahja B. Soenarjo.

Menurut Jahja, penguatan ekosistem menjadi bagian penting dalam menciptakan industri franchise dan kemitraan yang berkelanjutan. Peluang bisnis yang tersedia perlu dibarengi dengan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola operasional, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jaringan pemasaran.

Dari sisi pemerintah, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah juga dinilai membutuhkan sinergi antarlembaga. Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan keberadaan UMKM yang tersebar di berbagai wilayah membuat dukungan ekosistem menjadi faktor penting dalam memperkuat pertumbuhan bisnis.

“UMKM itu tersebar dan membutuhkan dukungan ekosistem. Ada banyak kementerian dan lembaga yang saling terhubung untuk mendukung perluasan bisnis, mulai dari regulasi hingga akses pasar,” kata Bagus.

Sementara itu, sektor swasta turut mengambil peran dalam memperluas akses masyarakat terhadap peluang usaha. General Manager Franchise Marketing Alfamart, Tommy Sugianto, mengatakan perusahaannya berupaya mendorong pertumbuhan kewirausahaan melalui skema kemitraan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Kami memberikan kemudahan serta promo khusus bagi calon mitra yang ingin memulai usaha, sekaligus pendampingan agar bisnis dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Tommy.

Beragamnya peserta dan konsep bisnis yang hadir dalam IFBC 2026 Surabaya diharapkan memberikan lebih banyak referensi bagi masyarakat dalam menentukan pilihan usaha. Pameran tersebut tidak hanya menjadi tempat mempertemukan pemilik merek dengan calon mitra, tetapi juga membuka kesempatan untuk membangun jejaring dan menjajaki potensi kerja sama.

Di sisi lain, interaksi antara pelaku usaha, calon investor, dan masyarakat juga menjadi sarana berbagi pengalaman mengenai pengelolaan bisnis. Dengan demikian, IFBC 2026 Surabaya diharapkan dapat ikut memperluas akses terhadap peluang usaha sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak wirausahawan baru.

Editor : Arif

Berita Terbaru