JATIMPEDIA, Jakarta - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) terus memperkuat transformasi bisnis maritim melalui modernisasi armada, digitalisasi, dan pengembangan kapal ramah lingkungan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing sekaligus mendukung industri maritim nasional yang berkelanjutan.
Direktur Utama PTK Harris Abdi Sembiring Meliala mengatakan modernisasi, digitalisasi, dan pengembangan green supporting vessel menjadi fokus perusahaan ke depan.
“Ke depan, kami akan perkuat modernisasi, digitalisasi serta green supporting vessel. Ini adalah masa depan PTK,” ujar Harris dalam syukuran HUT ke-57 PTK di Jakarta, Minggu.
Selama 57 tahun beroperasi, PTK telah berkembang menjadi perusahaan penyedia layanan maritim terintegrasi. Layanannya mencakup operasional kapal penunjang, pengelolaan pelabuhan, jasa maritim, hingga pangkalan logistik pesisir di berbagai wilayah strategis Indonesia.
Pengembangan kapal ramah lingkungan mulai dilakukan PTK sejak 2019 melalui Transko Rajawali, kapal tunda berbahan bakar ganda (dual fuel) yang menggunakan solar dan liquefied natural gas (LNG). Kapal sepanjang 34 meter tersebut diklaim menghasilkan emisi lebih rendah.
PTK kemudian melanjutkan inovasi hijau pada armada lainnya. Pada 11 Juni 2026, perusahaan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada kapal Oil Barge (OB) Patra 2303.
Penggunaan PLTS tersebut diproyeksikan mampu mengurangi emisi hingga 79,2 ton CO2 per tahun sekaligus menekan konsumsi bahan bakar diesel pada armada logistik laut.
Selain panel surya, PTK menyiapkan uji coba Battery Management System (BMS) pada kapal mulai 2027 sebagai bagian dari pengembangan teknologi green shipping.
Harris mengatakan PTK saat ini memiliki sekitar 370 kapal milik dan menyewa sekitar 82 kapal lainnya. Perusahaan berencana menambah armada baru untuk mendukung peremajaan dan modernisasi kapal sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
Digitalisasi juga menjadi bagian dari transformasi PTK. Saat ini, perusahaan telah menerapkan 21 sistem digital di berbagai fungsi kerja. Ke depan, sistem tersebut akan dikembangkan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu proses pengambilan keputusan manajemen.
“Ke depan, aplikasi ini akan meningkat menjadi Artificial Intelligence (AI) sehingga dapat membantu manajemen dalam mengambil keputusan,” ujar Harris.
PTK berharap transformasi tersebut mendapat dukungan dari pemegang saham, manajemen, pekerja, dan seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat kinerja PTK, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri maritim Indonesia yang lebih modern dan berkelanjutan.
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-18504-ptk-perkuat-armada-hijau-pangkas-emisi-hingga-puluhan-ton-co2