JATIMPEDIA, Jember - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menerapkan Work From Home (WFH) bagi ASN dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa pada 10–12 September 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi mobilitas masyarakat di tengah distribusi BBM yang belum sepenuhnya normal dan masih menimbulkan antrean di sejumlah SPBU.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan stok BBM di Jember telah ditambah lebih dari 35 persen dibanding kebutuhan harian sebelumnya. Meski antrean mulai berkurang, kendaraan roda dua masih terlihat mengantre di sejumlah SPBU.
“Untuk membantu Pertamina dan memperlancar dan menormalkan kembali penjualan BBM di SPBU-SPBU supaya tidak terjadi antrean-antrean yang panjang khususnya roda dua,” kata Fawait, Rabu (9/9/2026).
Kebijakan WFH bagi ASN dituangkan dalam surat resmi Pemkab Jember. Sementara itu, siswa PAUD hingga SMP di bawah Dinas Pendidikan Jember serta siswa SMA, SMK, dan SLB diarahkan mengikuti pembelajaran daring.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jember Iwan Triyono menegaskan PJJ bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Siswa belajar dari rumah, sedangkan guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas di sekolah.
Pemkab Jember juga meminta sekolah tidak mewajibkan siswa atau orang tua datang ke sekolah untuk mengambil makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Distribusi makanan diminta dilakukan ke rumah atau disesuaikan dengan kondisi.
WFH juga tidak berlaku mutlak untuk seluruh layanan pemerintahan. Unit yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat tetap beroperasi dengan pengaturan personel dan jadwal piket.
Kebijakan selama tiga hari tersebut diharapkan menekan konsumsi BBM dan membantu mengurai antrean di SPBU. Pemkab Jember akan mengevaluasi kondisi distribusi BBM setelah 12 September untuk menentukan langkah selanjutnya.
Pada bagian lain PT Pertamina Patra Niaga Jatimabalinus menegaskan komitmen menjaga ketersediaan BBM dengan menambah suplai bahan bakar minyak (BBM) ke Kabupaten Jember hingga 146,6 persen. Tambahan ini untuk menguraikan antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
"Kami terus memperkuat penyaluran BBM jenis Pertalite dan Pertamax di Kabupaten Jember untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," kata Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi dalam keterangannya.
Menurut dia, penguatan distribusi dilakukan menyusul antrean yang sempat terjadi di sejumlah SPBU akibat kendala distribusi dari Banyuwangi serta peningkatan konsumsi BBM jenis gasoline.
"Kendala distribusi terjadi akibat kemacetan di jalur Ketapang–Banyuwangi yang mencapai sekitar 12 kilometer, seiring dengan pekerjaan revitalisasi kapasitas dermaga ASDP," tuturnya.
Kepadatan tersebut berdampak pada waktu tempuh mobil tangki sehingga pengiriman BBM ke Jember sempat tidak optimal. Di saat yang sama, terjadi peningkatan aktivitas masyarakat dan panic buying turut mendorong kenaikan konsumsi Pertalite dan Pertamax.
Editor : Rofiq
URL : https://jatimpedia.id/news-18433-pemkab-jember-terapkan-wfh-dan-pjj-untuk-kurangi-antrean-bbm