Antrean BBM Mengular di Situbondo danBondowoso , Pertamina Janji Kirim Pasokan dari IT Surabaya

JATIMPEDIA, Bondowoso - Antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Situbondo dan Bondowoso, Jawa Timur, akibat terganggunya distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi, Banyuwangi.

Gangguan pengiriman tersebut terjadi seiring kemacetan arus lalu lintas di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, yang berdampak pada meningkatnya waktu tempuh mobil tangki pengangkut BBM menuju wilayah Situbondo dan Bondowoso.

Syuhud, pengendara motor asal Kelurahaan Mimbaa, Kecamatan Panji, Situbondo mengaku dia mengantre di SPBU Panji, sejak pukul 14:00 hingga pukul 19:00 Wib, baru mendapat giliran mengisi BBM jenis Pertalite.

"Saya dari tadi siang, baru dapat pukul 19:00 Wib, lumayan lama ngantrenya, tapi gak papa yang penting dapat bensin," ucapnya.

Antrean panjang di sejumlah SPBU terjadi sejak tiga hari yang lalu dan hingga saat ini masih berlangsung. Ahmad Zian berharap, pasokan BBM tidak terlambat sehingga tidak akan terjadi antrean panjang.

"Antrenya lumayan panjang. Katanya sih karena distribusi BBM dari Banyuwangi ke Situbondo, terkendala macet di Ketapang, Banyuwangi," bebernya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan IT Tanjung Wangi serta menyiapkan alternatif pasokan dari IT Surabaya untuk memperkuat ketersediaan BBM di kedua wilayah tersebut.

"Kami memahami adanya antrean di sejumlah SPBU (Situbondo dan Bondowoso), Pertamina terus memperkuat pasokan dan mengatur prioritas pengiriman agar BBM dapat segera tersedia di SPBU yang membutuhkan," kata Ahad saat dihubungi di Situbondo, Selasa.

Ia menjelaskan, dalam kondisi normal perjalanan mobil tangki dari IT Tanjung Wangi menuju wilayah distribusi dapat ditempuh sekitar delapan hingga 10 jam. Namun, kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang menyebabkan waktu tempuh dalam kondisi tertentu meningkat menjadi sekitar 15 hingga 23 jam.

Kondisi tersebut kemudian berpengaruh terhadap kelancaran distribusi BBM ke sejumlah SPBU di Situbondo dan Bondowoso.

Ahad memastikan ketersediaan BBM tetap menjadi prioritas. Pertamina, kata dia, terus memantau kondisi stok di SPBU dan melakukan penyesuaian pola distribusi berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena dapat meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan stok dan berpotensi memperpanjang antrean.

Sebagai langkah percepatan, Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memetakan kebutuhan BBM di lapangan, menentukan prioritas pengiriman, serta menyiapkan alih suplai dari wilayah lain.

"Langkah ini dilakukan agar kebutuhan BBM di Bondowoso maupun Situbondo tetap terpenuhi sekaligus mempercepat penguraian antrean di SPBU," ujarnya.

Menurut Ahad, penguatan pasokan mulai menunjukkan hasil. Pertamina akan terus melakukan pemantauan stok SPBU secara berkala dan menyesuaikan distribusi dengan kondisi serta kebutuhan aktual.

"Apabila masyarakat menemukan indikasi penyalahgunaan atau pelayanan penyaluran BBM yang tidak sesuai ketentuan, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135," kata Ahad.

Editor : Taufiq

Berita Terbaru