JATIMPEDIA, Gresik - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Gresik mengalami kekosongan stok bahan bakar minyak (BBM), baik jenis subsidi maupun nonsubsidi. Kondisi tersebut terjadi sejak Jumat (4/9) pagi dan masih berlangsung hingga Sabtu siang.
Pantauan di sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Petro di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, SPBU Jalan Veteran, SPBU di kawasan Roomo Meduran, Manyar, serta SPBU Bunder, menunjukkan stok BBM habis. Tidak hanya BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar, sejumlah BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Dex, dan Pertamax Green juga tidak tersedia.
Pengelola SPBU memasang tanda pemberitahuan bahwa stok BBM habis dan masih menunggu pasokan dari Pertamina.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara harus berkeliling mencari SPBU yang masih memiliki stok BBM. Salah satunya Abdul Qomar, warga Tlogopojok, Gresik. Ia mengaku telah mendatangi sejumlah SPBU di Kota Gresik untuk mencari Pertalite, namun tidak mendapatkannya.
“Saya sudah keliling ke sejumlah SPBU, tapi Pertalite habis. Begitu mau beli Pertamax, ternyata juga habis,” kata Qomar, Sabtu (5/9).
Karena kesulitan mendapatkan BBM, Qomar akhirnya membeli Pertalite eceran dari pedagang di pinggir jalan.
“Ini saya dapat Pertalite beli eceran di pinggir jalan,” ujarnya.
Sementara itu, Sukiman, staf operator SPBU Bunder, membenarkan stok BBM di SPBU tempatnya bekerja mengalami kekosongan sejak Jumat pagi. Kekosongan terjadi baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi.
“Stok BBM memang habis sejak Jumat pagi. Kami sudah menyampaikan kondisi ini kepada pengelola untuk diteruskan ke Pertamina,” kata Sukiman.
Menurutnya, pihak SPBU saat ini masih menunggu pengiriman BBM dari Pertamina agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal.
Terpisah, Manager Government Relations Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, penyaluran BBM subsidi di wilayah Gresik masih berjalan sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah.
Untuk Kabupaten Gresik, kuota BBM bersubsidi yang diberikan pemerintah masing-masing sebanyak 163.962 kiloliter (KL) untuk Pertalite dan 168.681 KL untuk Biosolar.
“Sampai dengan Agustus, rata-rata realisasi di wilayah Jatim sudah lebih dari 60 persen kuota yang ada,” kata Ahad.
Terkait pasokan BBM nonsubsidi, Ahad menjelaskan bahwa distribusi memang sempat mengalami hambatan. Kondisi tersebut terjadi karena Pertamina sedang melakukan penyesuaian pola pasokan.
“Pasokan BBM nonsubsidi memang sedikit terhambat karena Pertamina sedang melakukan penyesuaian pola supply,” ujarnya.
Penyesuaian pola pasokan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya permintaan terhadap BBM bersubsidi. Pertamina pun terus melakukan pengaturan distribusi untuk menjaga ketersediaan BBM di sejumlah wilayah.
Kondisi kekosongan stok di sejumlah SPBU Kota Gresik ini membuat masyarakat harus mencari alternatif SPBU lain atau membeli BBM eceran ketika stok BBM yang dibutuhkan tidak tersedia.
Editor : Arif
URL : https://jatimpedia.id/news-18343-bbm-subsidi-dan-nonsubsidi-langka-di-sejumlah-spbu-kota-gresik