ASDP Sebut Antrean di Pelabuhan Ketapang Sudah Mulai Terurai

JATIMPEDIA, Banyuwangi  -Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo memastikan antrean kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk berhasil terurai setelah penanganan dilakukan sehingga tidak lagi terdapat antrean.

"Kondisi di lintasan Ketapang–Gilimanuk saat ini menunjukkan perkembangan yang positif. Kami melihat kondisi antrean di Ketapang sudah mulai terurai dan saat ini tidak lagi terdapat ekor antrean," kata Heru terkonfirmasi di Jakarta.

Dia menyampaikan pengelolaan operasional terus dilakukan secara dinamis dengan menyesuaikan kapasitas layanan terhadap kondisi aktual di lapangan.

"Di Gilimanuk, antrean juga terus kami dorong untuk segera terurai. Seluruh pengaturan operasional kami lakukan secara adaptif dengan mengoptimalkan armada dan pola pelayanan yang tersedia,” ujar Heru.

 

ASDP terus mengoptimalkan layanan penyeberangan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk guna mempercepat penguraian antrean kendaraan dan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

"Berdasarkan pemantauan kondisi operasional hingga pukul 10.00 WIB, arus kendaraan di Pelabuhan Ketapang telah kembali lancar dan tidak terdapat lagi ekor antrean," tutur Heru.

Sementara itu, di sisi Pelabuhan Gilimanuk, masih terdapat ekor antrean kendaraan di kawasan Gapura Gilimanuk dengan panjang sekitar 500 meter. Kondisi tersebut terus dipantau secara berkala dan menjadi perhatian dalam pengaturan arus kendaraan di kawasan pelabuhan untuk memastikan antrean dapat segera terurai.

Untuk mendukung kelancaran layanan, ASDP mengoperasikan 26 kapal pada lintasan Ketapang–Gilimanuk hari ini dengan pola delapan trip.

Operasional kapal masih menerapkan pola TBB (tiba, bongkar, berangkat) sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan waktu pelayanan kapal di pelabuhan sehingga pergerakan kendaraan dapat berlangsung lebih efektif.

 

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menjelaskan selain optimalisasi armada yang telah beroperasi, KMP Jatra I juga sudah mulai melayani lintasan Ketapang–Gilimanuk. Kapal tersebut melaksanakan pelayaran perdana pada Selasa (8/9) sekitar pukul 04.00 WIB guna memperkuat kapasitas layanan.

Ia menuturkan masuknya KMP Jatra I ke lintasan Ketapang–Gilimanuk menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat kapasitas layanan. Armada tambahan itu diintegrasikan dengan pola operasi yang berjalan agar pelayanan dapat semakin optimal dan arus kendaraan bergerak lebih cepat.

Di sisi lain, KMP Portlink telah sandar di Tanjung Wangi pada Senin (7/9) sekitar pukul 23.00 WIB. Kapal tersebut dijadwalkan berangkat pada Selasa (8/9) menuju Lembar hingga maksimal keberangkatan pukul 21.00 WIB, dengan tetap memperhatikan kondisi pasang surut air laut di Pelabuhan Tanjung Wangi.

"Kehadiran kapal ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan konektivitas dan kapasitas layanan penyeberangan pada lintasan tersebut," katanya.

 

Sebagai bagian dari penguatan konektivitas, ASDP juga terus melakukan pemantauan terhadap dinamika pergerakan kendaraan di kawasan pelabuhan maupun akses menuju pelabuhan.

Penyesuaian pola operasi akan dilakukan sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan, dengan koordinasi bersama pemangku kepentingan terkait guna menjaga kelancaran arus penyeberangan.

ASDP berkomitmen untuk terus menjaga momentum penguraian antrean dan memastikan layanan penyeberangan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk berjalan semakin lancar.

Melalui kesiapan armada, pengaturan operasional yang responsif, serta koordinasi yang optimal, ASDP akan memastikan kebutuhan perjalanan setiap pengguna jasa terus terlayani secara optimal.

Editor : Rofiq

Berita Terbaru