BYD Resmi Stop Impor, Fokus Produksi Lokal di Subang

JATIMPEDIA, Subang – PT BYD Motor Indonesia resmi menghentikan seluruh aktivitas impor kendaraan listrik menyusul dimulainya produksi massal di pabrik Subang, Jawa Barat, yang diresmikan pekan lalu . Keputusan ini menandai babak baru bagi produsen asal China yang kini berkomitmen penuh memenuhi pasar Indonesia melalui produksi lokal.

Konsekuensinya, model-model BYD yang selama ini didatangkan secara utuh atau Completely Built Up (CBU) tidak akan mendapat tambahan pasokan baru. Unit impor yang masih tersisa di jaringan dealer akan dijual hingga stoknya habis .

"Ya, mungkin dalam prosesnya bisa habis, tapi sepertinya sudah tidak banyak sekali ya. Sudah sangat sedikit. Ya itulah komitmen," ujar Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, usai peresmian pabrik di Subang, Kamis (3/9/2026) .

Saat ini, pabrik Subang telah memproduksi Atto 1 dan M6 DM. Selanjutnya, M6 EV dan Denza D9 juga akan menyusul di lini produksi lokal .

Adapun model BYD yang masih berstatus impor dan tidak termasuk dalam daftar produksi lokal saat ini adalah Atto 3, Dolphin, Seal, dan Sealion 7 . Keempat model tersebut masih terpampang di situs resmi BYD Indonesia, namun pasokannya tidak akan ditambah.

Penghentian impor ini erat kaitannya dengan komitmen BYD sebagai peserta program insentif impor mobil listrik yang diberikan pemerintah sejak 2024. Melalui skema tersebut, BYD mendapatkan fasilitas impor dengan tarif bea masuk 0 persen dan PPnBM 0 persen . Sebagai kompensasi, perusahaan wajib memproduksi kendaraan di Indonesia dengan volume setara jumlah mobil yang diimpor.

BYD tercatat telah mengimpor sekitar 92.000 unit dari total kuota 100.000 yang diberikan. Dengan demikian, BYD memiliki kewajiban memproduksi sedikitnya 92.000 unit di Indonesia . Kewajiban produksi lokal berlaku mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027. Jika tidak terpenuhi, pemerintah dapat mencairkan bank garansi yang sebelumnya disiapkan sebagai jaminan .

Kapasitas Produksi dan Harga

Pabrik BYD di Subang memiliki kapasitas produksi maksimal 150.000 unit per tahun . Saat ini, kapasitas produksi bulanan telah mendekati 10.000 unit, meskipun angka tersebut bervariasi tergantung jenis model yang sedang dikerjakan .

Mengenai harga, BYD menyebut perpindahan dari CBU menuju produksi lokal tidak serta-merta membuat harga kendaraan turun. Kebijakan fiskal dan insentif investasi membuat struktur harga antara impor dan produksi lokal relatif sama pada masa transisi . Namun secara ideal, perubahan harga dapat terjadi apabila produksi lokal sudah berjalan dengan volume yang memadai .

 

 

Editor : Taufiq

Berita Terbaru