JATIMPEDIA, Gresik - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama PT Smelting memperkuat sinergi penyelamatan lingkungan pesisir melalui Kick Off Program Konservasi Mangrove "Pesisir Lestari – Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang" dengan penanaman 10.000 bibit mangrove yang digelar di Dusun Ujung Timur (Brang Wetan) Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu. Selasa (11/8/2026).
Langkah strategis tersebut merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga ekosistem pesisir dari ancaman abrasi sekaligus mengamankan ruang hidup generasi masa depan di wilayah pesisir. Acara kick off ini dihadiri langsung oleh Bupati Fandi Akhmad Yani dan Jajaran Forkopimda Gresik, beserta jajaran manajemen PT Smelting, perangkat desa, dan komunitas peduli lingkungan.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memitigasi dampak perubahan iklim. Dikatakan, pemilihan Desa Randuboto sebagai pusat gerakan dinilai sangat tepat karena kawasan ini memiliki potensi ekologis besar yang perlu dilindungi secara berkelanjutan.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Smelting yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan di Kabupaten Gresik, " ujarnya.
Menurut Bupati Yani, wilayah pesisir memiliki arti yang sangat penting, karena pesisir bukan hanya ruang ekologis, tetapi juga menjadi ruang kehidupan dan sumber penghidupan bagi masyarakat. Untuk itu, menjaga ekosistem pesisir merupakan tanggung jawab kita bersama, mangrove memiliki peran yang sangat strategis, membantu melindungi pantai dari abrasi, menjadi tempat hidup berbagai jenis biota, menjaga kualitas ekosistem pesisir, serta berperan dalam menyerap karbon dan menghadapi dampak perubahan iklim.
"Kegiatan yang kita lakukan hari ini bukan sekadar menanam 10.000 bibit mangrove. Kita sedang menanam perlindungan bagi pesisir Gresik, menanam kepedulian terhadap lingkungan, dan menanam harapan untuk generasi yang akan datang, "ungkapnya.
Bupati Yani menilai, kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih besar karena melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, pemerintah desa, masyarakat, komunitas, hingga anak-anak dan generasi muda. Inilah semangat yang harus terus kita bangun di Kabupaten Gresik, yaitu kolaborasi dan gotong royong dalam menjaga lingkungan.
Ia menambahkan pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, dunia usaha memiliki peran, masyarakat memiliki peran, komunitas memiliki peran, dan generasi muda juga memiliki peran. Karena itu, saya berharap program "Pesisir Lestari" ini tidak berhenti pada kegiatan penanaman hari ini. Yang lebih penting adalah bagaimana setelah ditanam, mangrove ini kita rawat dan kita jaga bersama.
"Saya berharap Pemerintah Desa Randuboto bersama masyarakat dan kelompok pengawas dapat terus melakukan pemeliharaan dan pengawasan. Sehingga bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang, " ucap Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Bupati Yani menjelaskan, ke depan, kawasan mangrove ini juga dapat dikembangkan sebagai ruang edukasi lingkungan, kawasan konservasi, dan potensi ekowisata berbasis masyarakat. Sehingga kelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Target kita harus berdampak kepada keberlanjutan di masyarakat terutama menurunkan kemiskinan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir, "harapnya.
Editor : Arif