Tol Prosiwangi Seksi 1-2 Sudah Rampung, Kapan Dibuka ?

JATIMPEDIA, Probolinggo - Pengoperasian Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang 24 kilometer tinggal selangkah lagi. Meski konstruksi kedua ruas telah rampung dan mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO), pemerintah masih menunggu penyelesaian Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) Simpang Susun Gending sebagai pintu koneksi dengan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro).

Beroperasinya ruas awal Tol Prosiwangi dinilai menjadi momentum penting untuk mempercepat arus logistik di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. Infrastruktur tersebut juga diproyeksikan meningkatkan akses menuju kawasan industri, pusat distribusi, hingga destinasi wisata di Banyuwangi dan sekitarnya.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan tol tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional.

"Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional," ujar Dody dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (9/8/2026).

Secara keseluruhan, Tol Prosiwangi memiliki panjang 175,4 kilometer dan dikembangkan oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Proyek tersebut terbagi dalam tujuh seksi, yakni Seksi 1 Suko-Kraksaan sepanjang 12,8 kilometer, Seksi 2 Kraksaan-Paiton 11,2 kilometer, Seksi 3 Paiton-Besuki 25,6 kilometer, Seksi 4 Besuki-Situbondo 42,3 kilometer, Seksi 5 Situbondo-Asembagus 16,7 kilometer, Seksi 6 Asembagus-Bajulmati 37,4 kilometer, dan Seksi 7 Bajulmati-Ketapang sepanjang 29,2 kilometer.

Dody menjelaskan, Seksi 1 dan Seksi 2 telah memenuhi seluruh persyaratan teknis dan resmi memperoleh Sertifikat Laik Operasi setelah konstruksi selesai. Sementara itu, pembangunan Seksi 3 yang menghubungkan Paiton hingga Besuki telah memasuki tahap Uji Laik Fungsi dan Operasi sebagai prasyarat sebelum dibuka untuk lalu lintas.

Kendati dua seksi awal telah siap, operasional jalan tol belum dapat dilakukan karena masih menunggu penyempurnaan Simpang Susun Gending. Infrastruktur tersebut menjadi titik krusial yang menghubungkan Tol Paspro dengan Tol Prosiwangi sehingga menentukan kelancaran integrasi jaringan jalan tol Trans Jawa di wilayah timur.

Simpang Susun Gending telah menjalani pemeriksaan ULFO pada 16-17 Juli 2026. Namun, tim pemeriksa masih menemukan sejumlah aspek yang harus disempurnakan, terutama terkait standar keselamatan, kelayakan fungsi, dan kesiapan operasional.

PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol selaku badan usaha jalan tol pengelola simpang susun menyatakan akan segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi tim ULFO. Setelah seluruh perbaikan dipenuhi, pemerintah akan melakukan evaluasi lanjutan sebelum menerbitkan izin operasional.

Pemerintah menilai keberadaan Tol Prosiwangi akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dibanding sekadar memangkas waktu tempuh. Jalan tol ini diharapkan mampu menurunkan biaya logistik, meningkatkan efisiensi distribusi barang, serta memperkuat konektivitas kawasan industri dan sentra ekonomi di wilayah timur Jawa Timur.

Menurut Dody, proyek tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi PU608 yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas nasional, memperbaiki efisiensi investasi melalui penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), memperkuat daya saing, sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen melalui pemerataan pembangunan antarwilayah. 

Berita Terbaru