JATIMPEDIA, Gresik - Cuaca ekstrem yang melanda perairan Gresik-Bawean dalam beberapa hari terakhir menghambat distribusi logistik kesehatan ke Pulau Bawean, termasuk pasokan oksigen medis untuk RSUD Umar Mas'ud Bawean.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik drg. Setyo Susilo, M.Kes., mengatakan terhentinya pelayaran akibat cuaca buruk menyebabkan kapal pengangkut logistik kesehatan tidak dapat beroperasi selama periode 28 Juli hingga 4 Agustus.
"Kondisi cuaca yang tidak memungkinkan menjadi kendala utama dalam distribusi logistik kesehatan ke Bawean. Selama periode 28 Juli hingga 4 Agustus kapal menuju Bawean tidak beroperasi sehingga pengiriman logistik kesehatan, termasuk oksigen medis, tidak dapat dilakukan," kata Setyo.
Akibat keterlambatan distribusi tersebut, stok oksigen medis di RSUD Umar Mas'ud mulai menipis pada 1-3 Agustus. Dinas Kesehatan pun menyiapkan pengiriman darurat sebanyak 40 tabung oksigen yang akan diberangkatkan segera setelah kondisi cuaca memungkinkan.
"Kami berharap kondisi cuaca membaik dalam satu hingga dua hari ke depan agar distribusi dapat segera dilakukan," ujarnya.
Selain pengiriman darurat, Dinas Kesehatan juga menyiapkan tambahan 80 tabung oksigen sebagai pasokan lanjutan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit setelah jalur pelayaran kembali dibuka.
Di tengah keterbatasan pasokan, RSUD Umar Mas'ud tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pada Sabtu (1/8), rumah sakit merujuk seorang pasien yang mengalami sesak napas ke RSUD Ibnu Sina Gresik karena membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Sebelum rujukan dilakukan, pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan keluarga pasien terkait kondisi medis dan pilihan transportasi yang tersedia. Namun, seluruh kapal penumpang menuju Bawean saat itu tidak beroperasi akibat cuaca buruk, sementara tiket penerbangan perintis telah habis hingga 7 Agustus.
Dengan mempertimbangkan kondisi pasien yang membutuhkan penanganan segera, keluarga memutuskan menggunakan pesawat sewaan agar pasien dapat segera memperoleh layanan di RSUD Ibnu Sina Gresik. Pasien juga didampingi tenaga perawat selama proses rujukan.
Setyo menjelaskan distribusi oksigen ke Bawean selama ini dilakukan melalui kapal barang dari Pelabuhan Sidayu menuju Pelabuhan Bawean. Skema tersebut selama bertahun-tahun berjalan lancar, namun cuaca ekstrem kali ini menyebabkan distribusi logistik kesehatan ikut terganggu.
Untuk mempercepat pengiriman, Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Syahbandar, serta pihak terkait di Paciran dan Lamongan. Apabila cuaca buruk berlangsung lebih lama, pemerintah daerah juga menyiapkan alternatif distribusi melalui kerja sama dengan Koarmada II untuk membantu pengiriman oksigen medis ke Bawean.
Selain itu, pemerintah mengkaji kemungkinan distribusi melalui jalur udara. Namun, keterbatasan kapasitas angkut pesawat perintis dan prosedur khusus pengangkutan tabung oksigen membuat jalur laut masih menjadi pilihan utama.
Peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah kepulauan, salah satunya melalui rencana pengadaan oxygen generator di RSUD Umar Mas'ud Bawean agar ketersediaan oksigen medis tidak sepenuhnya bergantung pada distribusi dari daratan.
Editor : Rofiq
URL : https://jatimpedia.id/news-17806-pasokan-oksigen-rsud-bawean-terancam-dinkes-siapkan-skema-darurat