Hingga Juni 2026, 7,4 Juta Wisman Kunjungi Destinasi di Indonesia

JATIMPEDIA, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 7,45 juta sepanjang Januari-Juni 2026, naik 5,71% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini menjadi yang tertinggi untuk semester pertama sejak pandemi Covid-19 melanda pada 2020.

Data tersebut menunjukkan permintaan terhadap destinasi wisata Indonesia masih terjaga di tengah perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik yang membayangi industri perjalanan internasional.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, pada Juni 2026 jumlah kunjungan wisman mencapai 1,39 juta, terdiri atas 1.210.879 kunjungan melalui pintu masuk utama dan 175.696 kunjungan melalui pintu perbatasan.

Secara bulanan, angka tersebut meningkat 0,32% dibandingkan Mei 2026. Namun, jika dibandingkan dengan Juni 2025, kunjungan wisman masih turun 2,15%, mengindikasikan adanya normalisasi setelah tingginya basis kunjungan pada tahun lalu.

"Sepanjang Januari hingga Juni 2026, total kunjungan wisman mencapai 7,45 juta kunjungan atau meningkat 5,71% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Capaian ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2020," ujar Ateng, dikutip Senin (3/8/2026).

Dari sisi asal negara, Malaysia masih menjadi penyumbang wisman terbesar dengan pangsa 18,66%, diikuti Singapura sebesar 12,25%, dan Australia sebesar 12,08%. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, tetap menjadi gerbang utama kedatangan wisatawan asing, terutama dari Australia.

Tak hanya jumlah kunjungan yang meningkat, daya beli wisatawan asing juga menunjukkan tren positif. Pada triwulan II-2026, rata-rata pengeluaran wisman mencapai US$1.285 per kunjungan.

Belanja terbesar masih dialokasikan untuk akomodasi dengan porsi 37,21%, disusul makanan dan minuman sebesar 19,81%, serta belanja dan cenderamata sebesar 11,04%.

BPS juga mencatat perubahan pola konsumsi wisatawan. Proporsi pengeluaran untuk hiburan, sewa kendaraan, dan penerbangan domestik meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Tren ini mengindikasikan wisatawan tidak hanya menghabiskan waktu di destinasi utama, tetapi juga mulai mengeksplorasi lebih banyak aktivitas dan perjalanan antardaerah yang berpotensi memberikan efek berganda lebih besar bagi ekonomi lokal.

Di pasar domestik, mobilitas masyarakat juga terus meningkat. Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Juni 2026 mencapai 107,19 juta perjalanan, naik 0,97% dibandingkan Mei 2026 dan tumbuh 1,98% secara tahunan.

Secara kumulatif, perjalanan wisnus selama Januari-Juni 2026 mencapai 630,41 juta perjalanan, meningkat 2,71% dibandingkan semester pertama 2025. BPS menyebut capaian tersebut sebagai rekor tertinggi untuk semester pertama sejak 2019.

Kenaikan kunjungan wisatawan asing dan tingginya mobilitas wisatawan domestik memperkuat prospek sektor pariwisata sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026. Selain mendorong kinerja industri perhotelan, restoran, dan transportasi, peningkatan belanja wisatawan juga berpotensi memperbesar perputaran uang di berbagai daerah tujuan wisata. 

Berita Terbaru