JATIMPEDIA, Surabaya - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menyatakan upaya peremajaan peralatan dan fasilitas yang telah selesai akan mampu mendukung pertumbuhan arus peti kemas Indonesia dan perdagangan global.
"Sebagai salah satu gerbang logistik utama, TPS melakukan penguatan infrastruktur dan peralatan operasional untuk memastikan kesiapan terminal dalam mengakomodir pertumbuhan arus peti kemas dan perkembangan perdagangan global," kata Direktur Utama TPS Wahyu Widodo, dalam keterangan di Surabaya, Jatim, Jumat.
TPS melakukan beberapa penguatan infrastruktur dan peralatan operasional seperti melalui pengoperasian empat unit Electric Quay Container Crane (e-QCC) dan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (e-RTG) yang menggunakan energi listrik sebagai sumber tenaga utama.
Kehadiran empat unit e-QCC baru ini akan meningkatkan kemampuan terminal dalam melayani kapal berukuran besar dengan produktivitas yang lebih tinggi di sisi dermaga.
Sementara itu, tambahan 14 unit E-RTG baru akan memperkuat operasional lapangan penumpukan melalui pergerakan peti kemas yang lebih cepat dan pengelolaan yard yang lebih optimal.
Lebih dari sekadar penambahan peralatan, kata Wahyu, program peremajaan alat berbasis listrik tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, meningkatkan efisiensi energi, serta membantu menekan emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas operasional terminal.
Langkah ini sejalan dengan komitmen TPS dan Pelindo Group dalam menciptakan ekosistem logistik yang lebih ramah lingkungan dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di sektor kepelabuhanan.
Senior Manajer Komersial TPS Bayu Setyadi menuturkan pengoperasian e- RTG dan e-QCC berbasis listrik merupakan langkah TPS dalam mengurangi jejak karbon operasional terminal sehingga pelanggan tidak hanya memperoleh layanan yang lebih produktif dan andal tetapi juga turut menjadi bagian dari ekosistem logistik yang lebih hijau.
Dalam pelaksanaannya, program peremajaan tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan lantaran seluruh proses pemasangan, pengujian, integrasi sistem, hingga commissioning peralatan baru ini dilakukan di tengah aktivitas terminal yang tetap harus berjalan untuk melayani kebutuhan pelanggan.
Bayu mengatakan kondisi itu menuntut pengaturan operasional yang cermat agar proyek berjalan sesuai jadwal tanpa mengganggu kesinambungan layanan secara signifikan.
TPS juga terus memastikan kesiapan sumber daya manusia dan sistem operasional agar dapat mengoptimalkan penggunaan peralatan baru sejak hari pertama beroperasi.
Berbagai proses pelatihan operator, simulasi operasional, pengujian keselamatan, dan penyesuaian prosedur kerja dilakukan secara bertahap guna memastikan peralatan dapat beroperasi secara aman dan optimal.
"Tantangan terbesar kami adalah menjaga keseimbangan antara pelaksanaan pekerjaan peremajaan dengan kebutuhan pelayanan yang tetap harus berjalan setiap hari. Karena itu
seluruh proses dilakukan secara bertahap dan terencana," katanya.
Editor : Taufiq