JATIMPEDIA, Surabaya - Konektivitas di ujung timur Pulau Jawa memasuki babak baru. Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap I Ruas Gending-Besuki dipastikan telah rampung 100% sejak April 2026. Kehadiran infrastruktur bebas hambatan ini diproyeksikan menjadi katalis utama dalam menggenjot efisiensi logistik dan menghidupkan titik ekonomi baru di kawasan tersebut.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa kehadiran ruas tol ini akan memangkas rantai pasok dan memperluas akses pasar bagi komoditas lokal.
"Kehadiran tol ini akan membuka gerbang pasar yang jauh lebih luas, inklusif, dan cepat bagi produk pertanian, sektor perikanan, hingga industri kreatif UMKM setempat yang selama ini terkendala waktu tempuh logistik yang melalui jalan nasional," ujar Rivan dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (8/7/2026).
Berdasarkan laporan perseroan, konektivitas baru ini menawarkan pemangkasan waktu perjalanan yang sangat signifikan di wilayah Jawa Timur:
Probolinggo-Besuki: Kini dapat ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menit, terpangkas dari yang semula memakan waktu hingga 2 jam.
Probolinggo-Banyuwangi: Durasi perjalanan yang biasanya menguras waktu hingga 5 jam, kini diproyeksikan menyusut menjadi hanya sekitar 3 jam.
Secara terperinci, progres fisik pada proyek strategis ini terbagi dalam tiga seksi utama:
Seksi 1 Gending-Kraksaan (12,88 km): Rampung 100�n telah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO).
Seksi 2 Kraksaan-Paiton (11,20 km): Rampung 100�n telah mendapatkan SLFO.
Seksi 3 Paiton-Besuki (25,60 km): Pekerjaan jalan utama (mainroad) telah selesai 100%. Saat ini tengah memasuki fase akhir berupa penyelesaian administrasi serta Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO).
"Proses ULFO ini krusial untuk memastikan seluruh komponen struktural mulai dari jalan, jembatan, sistem drainase, hingga marka jalan telah memenuhi standar keselamatan sebelum resmi dioperasikan," tambah Rivan.
Selain mempermudah mobilitas masyarakat, Tol Prosiwangi Tahap I ini dirancang strategis untuk mendongkrak aksesibilitas ke destinasi pariwisata unggulan, seperti Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran. Infrastruktur ini juga akan memperlancar arus logistik menuju Kawasan Industri Paiton serta Pelabuhan Ketapang, yang merupakan gerbang utama penyeberangan Jawa-Bali.
Lebih lanjut, Jasa Marga optimistis proyek ini akan memicu multiplier effect bagi perekonomian daerah melalui penciptaan ekosistem bisnis baru di sepanjang koridor tol.
"Kehadiran proyek tol ini turut memantik suburnya ekosistem infrastruktur pendukung di sepanjang kawasan timur Jawa Timur. Mulai dari pembangunan rest area, pertumbuhan sektor perhotelan, hingga penyediaan fasilitas umum baru di sekitar interchange. Seluruh perputaran ekonomi baru tersebut secara aktif menyerap ratusan tenaga kerja lokal dan memprioritaskan pelibatan warga sekitar," pungkas Rivan.
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-17345-ruas-tol-besuki-100-persen-tuntas-tinggal-tunggu-pembukaan