Program Portground Pelindo SPTP, Cara Unik Kenalkan Dunia Maritim ke Pelajar

JATIMPEDIA, Surabaya - PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) memperkenalkan program edukatif bertajuk Portground yang ditujukan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program ini menghadirkan pembelajaran interaktif sekaligus kunjungan langsung ke terminal peti kemas di Surabaya, Jawa Timur.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar pelajar dapat memahami lebih dekat dunia kepelabuhanan. “Tujuannya supaya mereka mengenal pelabuhan, memahami proses kerja di dalamnya, serta lebih mengenal Pelindo secara menyeluruh,” ujarnya saat kegiatan berlangsung di area PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Senin.

Program Portground menyasar siswa kelas 5 SD hingga kelas 8 SMP dengan tiga materi utama, yaitu pengenalan bisnis kepelabuhanan, edukasi bahaya narkoba yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), serta pelatihan kesiapsiagaan bencana bersama BPBD Surabaya.

Tidak hanya materi di dalam kelas, peserta juga diajak turun langsung ke area operasional terminal. Mereka menyaksikan proses bongkar muat peti kemas mulai dari kapal yang bersandar hingga distribusi barang keluar dari pelabuhan.

“Yang paling penting, mereka kami ajak langsung ke lapangan agar benar-benar memahami alur kerja dari awal sampai akhir,” tambahnya.

Melalui program ini, perusahaan berharap dapat memberikan pengalaman nyata tentang aktivitas pelabuhan sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor maritim dan logistik. Selain itu, edukasi keselamatan, mitigasi bencana, serta pencegahan penyalahgunaan narkoba juga diharapkan dapat tertanam sejak dini, terutama selama masa libur sekolah.

Antusiasme peserta disebut cukup tinggi, dengan hampir 1.000 siswa mendaftar secara daring. Namun, pada pelaksanaan perdana hanya 50 siswa yang dipilih agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih efektif.

Ke depan, Pelindo Terminal Petikemas berharap program Portground dapat dievaluasi dan dikembangkan sehingga bisa menjadi agenda rutin setiap periode libur sekolah.

Berita Terbaru