JATIMPEDIA, Jakarta - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) bersinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) resmi meluncurkan "XLSMART Future Ready".
Langkah strategis ini merupakan sebuah ekosistem pengembangan talenta digital yang dirancang khusus untuk menjawab salah satu tantangan terbesar perekonomian nasional saat ini, yaitu kesenjangan (mismatch) antara kompetensi angkatan kerja dengan kebutuhan riil dunia industri yang bergerak cepat.
Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, Ph.D., menegaskan bahwa akselerasi transformasi dunia kerja menuntut sinergi yang lebih agresif antara pemerintah, pelaku usaha, dan institusi pendidikan. Pemerintah mengapresiasi langkah XLSMART yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis peserta, melainkan juga berani membuka jalur distribusi tenaga kerja yang luas melalui kemitraan multipihak.
Menurut Yassierli, pendekatan integratif yang menyelaraskan pasokan talenta dengan permintaan pasar seperti ini sangat relevan untuk mengurai benang kusut ketenagakerjaan nasional. Sinergi ini diharapkan mampu mencetak talenta digital yang adaptif dan kompetitif, yang pada akhirnya akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi menyatakan bahwa keberhasilan transformasi digital sebuah negara tidak boleh hanya bertumpu pada modernisasi infrastruktur fisik, tetapi juga aspek manusianya. Baginya, investasi masif pada perluasan jaringan teknologi akan menjadi sia-sia dan kehilangan daya ungkit ekonominya jika tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mengoperasikannya.
"Indonesia sebenarnya tidak kekurangan program pelatihan digital. Masalah utamanya terletak pada ketiadaan jembatan yang menghubungkan hasil edukasi tersebut dengan bursa kerja, dan celah (gap) krusial inilah yang ingin diisi oleh XLSMART melalui platform Future Ready untuk mengoptimalkan dampak sosial bagi masyarakat dan industri," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7/2026).
Dalam fase awal implementasinya, program ini membidik target performa yang cukup ambisius. XLSMART berkomitmen menjangkau 1 juta talenta muda melalui aplikasi Sisternet dan situs resmi Future Ready, mendistribusikan 10.000 sertifikat kompetensi, serta menargetkan sedikitnya 1.000 anak muda Indonesia berhasil diserap ke dalam program magang ataupun ikatan kerja melalui ekosistem kemitraan yang dibangun.
Guna memperkuat ekosistem kolaboratif ini, XLSMART telah merangkul sejumlah mitra strategis terkemuka, di antaranya raksasa teknologi ZTE dan Eka Tjipta Foundation. Peluncuran program ini juga diperkuat secara hukum melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara XLSMART dan Kemnaker RI sebagai landasan sinergi strategis jangka panjang.
Director & Chief People Officer XLSMART, Jeremiah Ratadhi menjelaskan bahwa cetak biru (blueprint) Future Ready dirancang dinamis mengikuti denyut kebutuhan industri. Korporasi memastikan akan terus memperluas jaringan kemitraan dengan penyedia teknologi, institusi akademis, komunitas, hingga agensi rekrutmen agar jalur karier para alumni program menjadi lebih terprediksi dan terarah.
Langkah ini juga merefleksikan nilai inti perusahaan, Customer at Heart, di mana kontribusi emiten tidak lagi dibatasi pada penyediaan komoditas konektivitas seluler, melainkan bertransformasi ke arah pemberdayaan sosial. Upaya agresif perusahaan dalam memperkuat kepemimpinan pasar melalui perluasan jaringan berkualitas tinggi dan implementasi 5G Blanket coverage kini berjalan selaras dengan agenda peningkatan kapabilitas digital masyarakat.
Indonesia saat ini berada di titik krusial bonus demografi dengan sekira 68% populasi berada pada usia produktif. Namun, melimpahnya kuantitas modal manusia ini belum diimbangi oleh kesiapan kualitas yang memadai untuk era digital. Berbagai studi ekonomi menunjukkan bahwa 90% pekerjaan masa depan bakal menuntut kecakapan digital dasar, sementara 30% perusahaan di tanah air mengaku masih sangat kesulitan menyerap talenta digital yang siap pakai.
Kondisi tersebut diperparah oleh lonjakan kebutuhan industri terhadap spesialisasi tingkat tinggi, seperti Artificial Intelligence (AI), data analytics, cloud computing, cybersecurity, hingga arsitektur jaringan canggih. Realitas makro ini mengindikasikan bahwa pekerjaan rumah terbesar Indonesia bukan lagi sekadar memperluas akses edukasi atau pelatihan formal, melainkan bagaimana memastikan peningkatan kompetensi tersebut terkoneksi langsung dengan penyerapan tenaga kerja.
Berbeda dengan mayoritas program korporasi yang umumnya berhenti pada tahap pelatihan atau pemberian sertifikat, Future Ready memperkenalkan pendekatan hulu-ke-hilir (end-to-end). Program CSR unggulan (flagship) dari emiten telekomunikasi ini mengintegrasikan seluruh perjalanan peserta: mulai dari pembelajaran digital, sertifikasi kompetensi, mentoring bersama praktisi, program magang (internship), hingga membuka interkoneksi langsung ke peluang kerja nyata.
Melalui formula komprehensif tersebut, Future Ready bertransformasi dari sekadar program pelatihan konvensional menjadi sebuah ekosistem kolaboratif yang mengusung konsep learning to earning. Mekanisme inovatif ini memastikan setiap investasi waktu dan materi yang dikeluarkan dalam pengembangan kompetensi dapat dikonversi secara langsung menjadi nilai ekonomi berupa peluang karier yang konkret.
Melalui inisiatif Future Ready, XLSMART memantapkan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembentukan talent pool digital nasional. Dengan menghubungkan edukasi, sertifikasi, dan penyerapan kerja dalam satu ekosistem, program ini diharapkan mampu mendongkraf produktivitas nasional, memacu kontribusi PDB dari sektor ekonomi digital, sekaligus memperkokoh daya saing Indonesia di panggung global.
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-17269-xlsmart-dan-kemnaker-rilis-program-future-ready