PELNI Perluas Depo Kontainer di Tanjung Perak, Kapasitas Bongkar Muat Makin Besar

JATIMPEDIA, Surabaya - PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memperluas fasilitas logistik di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dengan menambah depo kontainer baru di Jalan Kalimas Baru. Fasilitas ini melengkapi depo kontainer yang sebelumnya hanya berada di kawasan Jalan Parapat Kurung.

Penambahan depo dilakukan melalui perusahaan bongkar muat (PBM) PT Sandar Bandar Nasional sebagai langkah mengantisipasi meningkatnya aktivitas bongkar muat peti kemas serta operasional kapal tol laut dan kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak.

Direktur Utama PBM PT Sandar Bandar Nasional, Sukendra, mengatakan depo baru tersebut merupakan bagian dari pengembangan kapasitas layanan logistik. Perluasan area mencapai sekitar 5.000 meter persegi dan akan dimanfaatkan untuk kegiatan stuffing maupun stripping kontainer.

"Kami saat ini melayani lima kapal tol laut dan beberapa kapal penumpang. Ketika jadwal kapal bersamaan, tentu dibutuhkan area yang lebih luas agar proses bongkar muat tetap berjalan lancar," kata Sukendra, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, penambahan fasilitas juga menjadi persiapan menghadapi rencana penambahan armada PELNI. Kehadiran depo baru diharapkan dapat mempercepat pelayanan kepada pelanggan sekaligus mengurangi kepadatan aktivitas logistik di kawasan pelabuhan.

Ia mengungkapkan, aktivitas bongkar muat di depo PELNI saat ini berkisar antara 8.000 hingga 10.000 kontainer setiap tahun. Jumlah tersebut diproyeksikan terus meningkat seiring bertambahnya trayek tol laut maupun kapal yang beroperasi.

"Kalau nanti ada tambahan kapal dan trayek baru, otomatis kebutuhan lahan juga ikut bertambah. Karena itu perluasan depo memang sudah menjadi kebutuhan," ujarnya.

Sukendra menambahkan, perusahaan tidak menutup kemungkinan kembali menambah fasilitas depo apabila volume kontainer terus meningkat. Langkah tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan PELNI guna memastikan tersedianya lahan yang memadai untuk mendukung operasional di Pelabuhan Tanjung Perak.

"Jika kapasitas yang ada nantinya sudah tidak mencukupi, kami akan mencari lokasi tambahan bersama PELNI agar pelayanan kepada pelanggan tetap optimal," pungkasnya

Berita Terbaru