Hingga Juni 2026 Kucuran KUR Capai Rp124,7 Triliun

JATIMPEDIA, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 8 Juni 2026 telah mencapai Rp 124,7 triliun. Angka ini setara dengan 44,7�ri target penyaluran sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 279 triliun.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perbendaharaan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti mengungkapkan, capaian ini melibatkan 1,98 juta debitur. Dari jumlah tersebut, komposisi penerima bantuan cukup berimbang antara debitur pria sebanyak 1,03 juta orang (52,2%) dan wanita sebanyak 950 ribu orang (47,8%).

"Capaian penyaluran KUR hingga saat ini telah mencapai Rp124,7 triliun atau 44,7�ri target," ujar Astera dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (15/6/2026).

Berdasarkan data historis periode 2020–2025, penyaluran KUR didominasi oleh sektor pertanian (37,7%) dan perdagangan (36%). Sektor lainnya mencakup jasa (16,9%), industri pengolahan (7,7%), perikanan (1,6%), serta konstruksi (0,1%).

Sebagai perbandingan, pada 2025 pemerintah berhasil merealisasikan KUR sebesar Rp 270 triliun dari target Rp 287 triliun, atau mencapai tingkat keberhasilan sekitar 92-93%.

Selain KUR, pemerintah juga mencatat kinerja positif pada program pembiayaan Ultra Mikro (Umi). Per 5 Juni 2026, realisasi penyaluran Umi mencapai Rp 5,36 triliun dengan total 14,87 juta debitur.

Berbeda dengan KUR, program Umi didominasi oleh debitur wanita yang mencapai 14,4 juta orang atau sekitar 97,26�ri total debitur. Secara akumulatif sejak 2017 hingga Juni 2026, total penyaluran Umi mencapai Rp 64,2 triliun, dengan pembagian Rp 39,5 triliun melalui akad syariah dan Rp 24,7 triliun melalui akad konvensional.

Program KUR dan Ultra Mikro (Umi) merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM selama ini dikenal sebagai tulang punggung ekonomi nasional yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Melalui penyediaan modal dengan suku bunga yang terjangkau, pemerintah berupaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan daya beli masyarakat.

Inklusi keuangan yang didorong melalui program ini, khususnya keterlibatan perempuan dalam program Umi, menjadi langkah kunci dalam pemberdayaan ekonomi keluarga sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di tingkat akar rumput.

Berita Terbaru