Tebu Panjalu Jadi Andalan Baru, Kediri Siap Jadi Motor Industri Gula Nasional

JATIMPEDIA, Kediri - Para petani di Kabupaten Kediri terus memperkuat peran mereka dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pengembangan bibit tebu varietas unggul lokal, Panjalu. Langkah ini sejalan dengan upaya menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada gula nasional.

Kabupaten Kediri dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra produksi tebu nasional. Kondisi lahan yang subur, sistem irigasi yang memadai, serta pengalaman panjang masyarakat dalam budidaya tebu menjadi modal utama untuk meningkatkan produktivitas sektor perkebunan.

Saat ini, pengembangan Kebun Benih Datar (KBD) varietas Panjalu seluas 220 hektare tengah berlangsung di berbagai wilayah Kabupaten Kediri. Dari luasan tersebut, diproyeksikan akan dihasilkan sekitar 2 juta batang benih tebu bersertifikat yang mampu memenuhi kebutuhan peremajaan tanaman tebu rakyat atau bongkar ratoon hingga seluas 1.320 hektare.

Dukungan terhadap pengembangan varietas Panjalu juga datang dari sektor swasta. Direktur PT Baranasia Group, Andra Putra, menyampaikan keyakinannya bahwa Kabupaten Kediri memiliki peluang besar menjadi motor penggerak industri pergulaan nasional.

"Kami yakin Kabupaten Kediri bisa menjadi salah satu motor penggerak industri pergulaan Indonesia karena didukung potensi lahan, petani, dan benih unggul yang besar," ujar Andra Putra dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Perbenihan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Firman Mantau, menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan komoditas pertanian sangat ditentukan oleh kualitas benih yang digunakan sejak awal.

Menurut Firman, ketersediaan benih unggul dan bersertifikat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produktivitas dan keberhasilan program swasembada gula.

"Semua kegiatan pertanian harus diawali dengan benih unggul dan bersertifikat. Jika benih yang digunakan berkualitas, maka peluang keberhasilan budidaya akan semakin besar," kata Firman saat menghadiri kegiatan Tutup Tanam KBD Panjalu di Dusun Suwaluh, Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Varietas Panjalu sendiri memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya batang yang kokoh, pertumbuhan yang cepat, serta potensi rendemen gula yang lebih tinggi dibanding beberapa varietas lainnya. Hasil uji adaptasi juga menunjukkan bahwa varietas asli Kediri tersebut mampu berkembang baik di berbagai wilayah, termasuk di luar Pulau Jawa.

Meski demikian, karena masih tergolong varietas baru, pemerintah terus mendorong sosialisasi dan edukasi kepada petani agar pemanfaatannya semakin luas. Selain itu, penerapan Good Agricultural Practices (GAP) atau Praktik Pertanian yang Baik juga terus ditekankan guna memastikan produktivitas dan kualitas hasil panen dapat mencapai tingkat optimal.

Dengan pengembangan benih Panjalu yang semakin masif, Kabupaten Kediri diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat produksi tebu nasional sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap target swasembada gula Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
 
 

Berita Terbaru