JATIMPEDIA, Jakarta - Aktivitas belanja masyarakat Indonesia melalui platform e-commerce atau marketplace terus menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai transaksi perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) melonjak 35,13 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal II-2026, mencerminkan semakin kuatnya konsumsi rumah tangga di kanal digital.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, mengatakan pertumbuhan tersebut berasal dari indikator transaksi e-commerce dan marketplace yang dihimpun BPS sebagai bagian dari pemantauan aktivitas perdagangan digital.
"Indikator lainnya seperti transaksi online dari e-retail dan marketplace yang dikumpulkan oleh BPS juga tumbuh sebesar 35,13 persen secara year-on-year," ujar Edy, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Penguatan aktivitas ekonomi digital juga tercermin dari meningkatnya penggunaan instrumen pembayaran non-tunai. BPS mencatat nilai transaksi menggunakan uang elektronik, kartu debit, dan kartu kredit tumbuh 5,05 persen YoY pada periode yang sama.
Tidak hanya di ruang digital, konsumsi masyarakat juga menguat di berbagai sektor. Pengeluaran per kapita pada kelompok restoran dan hotel tercatat meningkat 11,97 persen YoY, mengindikasikan tingginya aktivitas konsumsi dan mobilitas masyarakat sepanjang kuartal II-2026.
Dari sisi perdagangan luar negeri, impor barang konsumsi juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 27,15 persen YoY, yang menunjukkan permintaan domestik masih cukup kuat.
Sementara itu, penjualan kendaraan bermotor ikut mencerminkan perbaikan daya beli. Penjualan sepeda motor meningkat 6,62 persen YoY, sedangkan penjualan mobil melesat 25,50 persen YoY pada kuartal II-2026.
Menurut Edy, terjaganya konsumsi rumah tangga pada periode tersebut turut didukung oleh pencairan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri yang berlangsung pada kuartal II 2026. Kebijakan tersebut memberikan tambahan daya beli masyarakat dan menjadi salah satu faktor yang menopang pertumbuhan konsumsi nasional.
Kombinasi lonjakan transaksi digital, peningkatan konsumsi di sektor jasa, kenaikan impor barang konsumsi, serta pertumbuhan penjualan kendaraan menunjukkan permintaan domestik masih menjadi motor utama aktivitas ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026.
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-17869-transaksi-di-marketplace-melonjak-3513-pers-pada-kuartal-ii-2026