JATIMPEDIA, Kediri - Aktivitas investasi masyarakat di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Nilai transaksi saham tercatat mencapai Rp3,63 triliun atau meningkat 113,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Perwakilan OJK Kediri, Ismirani Saputri, mengatakan lonjakan transaksi tersebut sejalan dengan bertambahnya jumlah investor yang mulai memanfaatkan pasar modal sebagai instrumen investasi.
“Peningkatan jumlah investor dan aktivitas transaksi mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap instrumen pasar modal yang legal dan berada di bawah pengawasan regulator,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).
Pertumbuhan juga terlihat dari jumlah Single Investor Identification (SID) yang naik 54,78 persen secara tahunan menjadi 643.057 SID. Dari jumlah tersebut, investasi reksa dana masih menjadi pilihan utama masyarakat dengan total 599.514 investor atau tumbuh 54,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain pasar modal, OJK Kediri menilai kondisi sektor jasa keuangan di wilayah eks-Karesidenan Kediri dan eks-Karesidenan Madiun hingga Maret 2026 tetap berada dalam kondisi stabil. Ketahanan sektor keuangan didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), peningkatan jumlah investor, serta penguatan program edukasi keuangan dan perlindungan konsumen.
Meski demikian, OJK tetap mewaspadai sejumlah tantangan yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi daerah. Perlambatan di beberapa sektor dinilai dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi global.
Dari sektor perbankan, kinerja industri masih menunjukkan kondisi yang sehat. Hingga akhir Maret 2026, total aset perbankan di wilayah kerja OJK Kediri tercatat mencapai Rp116,20 triliun atau tumbuh 3,84 persen secara tahunan.
Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga meningkat 5,26 persen menjadi Rp109,26 triliun. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan simpanan dalam bentuk tabungan dan giro, yang mencerminkan masih kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan.
Pada sisi penyaluran kredit, perbankan tetap menjalankan fungsi intermediasi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Adapun rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 3,76 persen, masih berada dalam batas aman sesuai ketentuan yang berlaku.
OJK menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor jasa keuangan di wilayah Kediri dan Madiun tetap mampu menjaga stabilitas di tengah berbagai tantangan ekonomi yang terjadi sepanjang awal 2026.
Editor : Arif
URL : https://jatimpedia.id/news-16870-transaksi-saham-di-wilayah-ojk-kediri-tembus-rp363-triliun