Petrokimia Gresik Dorong Transformasi Hijau dan Talenta Indonesia di Forum Global

JATIMPEDIA, Gresik  — PT Petrokimia Gresik (Persero), anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), membawa pengalaman transformasi industri dan pertanian berkelanjutan Indonesia ke forum global di New York, Amerika Serikat.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menghadiri 2026 UN Private Sector Forum di Markas Besar PBB pada Minggu (20/9) waktu setempat. Forum yang mempertemukan sekitar 150 pemimpin dunia usaha, pemerintah, dan PBB tersebut membahas percepatan transisi menuju energi bersih, adil, dan aman. Daconi menjadi satu-satunya direktur utama dari Indonesia yang hadir dalam forum tersebut.

Sehari berikutnya, Daconi menjadi pembicara dalam Global Talent for Sustainable Development di KJRI New York. Ia menekankan pentingnya kesiapan talenta Indonesia menghadapi pertumbuhan green jobs dan transformasi industri hijau.

“Transformasi menuju ekonomi hijau pada dasarnya juga merupakan transformasi tenaga kerja. Investasi pada teknologi harus berjalan bersama dengan investasi pada manusia,” ujar Daconi.
Daconi juga memperkenalkan perspektif Petrokimia Gresik yang menjalankan transformasi hijau dari industri hingga sektor pertanian. Salah satunya melalui GladiAgro: Next-Gen Soil Revival, inovasi pemulihan kesehatan tanah yang meraih penghargaan tertinggi dalam SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026.

Berdasarkan pengujian terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016, sebanyak 91,9 persen menunjukkan kandungan karbon organik rendah. GladiAgro memanfaatkan Petro Gladiator, dekomposer berbasis mikroba untuk mempercepat pengolahan bahan organik menjadi nutrisi yang dikembalikan ke lahan.

Di sisi industri, Petrokimia Gresik memiliki roadmap menuju Net Zero Emission 2060, dengan target penurunan emisi 30 persen pada 2030 dibandingkan skenario BAU sebesar 3,46 juta ton CO₂e. Upaya tersebut mencakup efisiensi energi, penggunaan energi lebih bersih, pemanfaatan energi terbarukan dan CO₂, serta pengembangan teknologi rendah karbon, termasuk kajian green hydrogen untuk mendukung produksi hybrid green ammonia 250 MTPD.

“Talenta hijau Indonesia perlu disiapkan dari sekarang karena transformasi industri hijau tidak menunggu kesiapan kita. Kolaborasi industri, pemerintah, perguruan tinggi, serta talenta Indonesia di dalam maupun luar negeri akan menjadi fondasi penting bagi transformasi berkelanjutan,” pungkas Daconi

Editor : Rizky

Berita Terbaru