JATIMPEDIA, Jakarta - Mesin devisa dari sektor pariwisata kembali menunjukkan taringnya. Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$8,43 miliar atau sekitar Rp150,15 triliun pada semester I-2026. Capaian tersebut mempertegas posisi pariwisata sebagai salah satu sektor jasa yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus memasok devisa bagi negara.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan capaian tersebut menunjukkan kontribusi ekonomi sektor pariwisata terus menguat.
"Pada semester pertama 2026, kontribusi devisa pariwisata telah mencapai US$8,43 miliar. Ini menunjukkan sektor pariwisata terus menjadi salah satu penggerak penting pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus sumber devisa negara," kata Ni Luh, Senin (21/9/2026).
Kinerja semester I-2026 tersebut melanjutkan tren positif industri pariwisata nasional sepanjang 2025. Pada tahun lalu, Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara, sekitar 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara, serta devisa pariwisata mencapai US$18,27 miliar.
Angka tersebut menunjukkan besarnya skala ekonomi pariwisata, bukan hanya dari belanja wisatawan mancanegara yang menghasilkan devisa, tetapi juga dari mobilitas wisatawan domestik yang menggerakkan berbagai sektor terkait, mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner hingga ekonomi kreatif.
Tak Cukup Mengejar Jumlah Wisatawan
Namun, pemerintah melihat pertumbuhan pariwisata tidak semata-mata diukur dari semakin banyaknya wisatawan yang datang. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar dan berlangsung secara berkelanjutan.
Ni Luh mengatakan pertumbuhan pariwisata merupakan peluang sekaligus amanah bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas industri.
"Pengembangan pariwisata masa depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan," ujarnya.
Arah tersebut membuat perhatian terhadap sektor pariwisata bergeser dari sekadar mengejar volume kunjungan menuju nilai ekonomi per wisatawan, kualitas pengalaman, pemerataan manfaat ekonomi, serta keberlanjutan destinasi.
Dengan devisa yang telah mencapai US$8,43 miliar hanya dalam enam bulan pertama 2026, kinerja sektor ini menjadi salah satu indikator penting dalam melihat semakin besarnya peran sektor jasa dalam perekonomian Indonesia.
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-18636-devisa-dari-sektor-pariwisata-tembus-rp150-triliun-di-semester-i