Pertagas OEJA Dukung Panen Melon Produktif di Tanggulangin

JATIMPEDIA, Sidoarjo  - PT Pertamina Gas (Pertagas) merupakan bagian dari Subholding Gas PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang infrastruktur distribusi pipa minyak dan gas, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui Program CSR Cakra Sembada.

 

 

Melalui unit usahanya, Pertamina Gas Operation East Java Area (OEJA), Pertagas OEJA menghadiri kegiatan Panen Raya Greenhouse Melon yang diselenggarakan di Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

 

 

Greenhouse Melon yang dikelola oleh BUMDes Jaya Raya sebagai Mitra Binaan Community Development Pertagas OEJA ini menjadi salah satu wujud implementasi program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan sekaligus peningkatan ekonomi lokal. Kegiatan panen raya tersebut menjadi simbol keberhasilan pengembangan budidaya melon bernilai ekonomi tinggi yang dijalankan secara berkelanjutan bersama masyarakat.

 

 

Panen raya tersebut dihadiri oleh Camat Tanggulangin, Arie Prabowo, Manager Pertagas OEJA, Dimas Satya Kartika Brata, Pengurus BUMDes Jaya Raya selaku pengelola greenhouse, serta masyarakat sekitar Desa Ganggangpanjang. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

 

 

Sebelumnya, Panen Raya Pertama telah dilaksanakan pada Maret 2026 dan berhasil menghasilkan kurang lebih 700 kilogram melon dengan rata-rata bobot buah mencapai 1,5 kg. Dengan harga jual sekitar Rp30.000 per kg, hasil panen tersebut memberikan nilai ekonomi yang signifikan sekaligus menjadi indikator keberhasilan awal pengembangan budidaya melon modern di Desa Ganggangpanjang.

 

 

Greenhouse Melon yang dikelola oleh BUMDes Jaya Raya ini memiliki masa budidaya tanam sekitar 70 hari sejak tahap pembibitan hingga panen. Pada musim tanam kali ini, BUMDes Jaya Raya berhasil menghasilkan sekitar 1,7 ton melon dengan rata-rata bobot buah mencapai 1,8 hingga 2,5 kilogram. Dengan harga jual sekitar Rp30.000 per kilogram, hasil panen tersebut memberikan potensi omset mencapai Rp51 juta, yang menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian modern mampu menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi masyarakat desa.

 

 

Camat Tanggulangin, Arie Prabowo, mengapresiasi keberhasilan budidaya melon yang telah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. "Program seperti ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak yang nyata. Greenhouse Melon di Desa Ganggangpanjang memiliki nilai strategis karena hingga saat ini menjadi satu-satunya sentra budidaya melon modern di Kecamatan Tanggulangin, sehingga memiliki peluang pasar yang sangat baik.

 

 

Menariknya, pada panen kali ini sekitar 50 persen hasil panen langsung dibeli oleh pengepul untuk dipasarkan ke Pasar Induk, sementara sisanya diserap oleh masyarakat sekitar. Hal ini menunjukkan tingginya minat pasar terhadap melon yang dihasilkan. Kami berharap pengembangannya dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

 

 

Sementara itu, Manager Pertagas OEJA, Dimas Satya Kartika Brata, menyampaikan bahwa "Kami percaya bahwa ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan pangan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat memiliki kapasitas dan peluang ekonomi yang berkelanjutan. Melalui Program CSR Cakra Sembada, Pertagas OEJA berupaya menghadirkan program yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa.

 

 

Keberhasilan yang dicapai saat ini merupakan kelanjutan dari Panen Raya Pertama pada Maret 2026 yang turut dihadiri oleh Komisaris PT Pertamina Gas, Ibu Irene Umar, serta Direktur Teknik dan Operasi PT Pertamina Gas, Bapak Agung Indri P. Kehadiran jajaran manajemen tersebut menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap pengembangan program ketahanan pangan berbasis masyarakat yang berkelanjutan," ungkapnya.

 

 

Pengurus BUMDes Jaya Raya, Yenik, turut menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan panen raya tersebut. "Masyarakat sangat antusias dengan adanya panen melon ini karena mereka tidak hanya dapat membeli hasil panennya, tetapi juga merasakan pengalaman memetik langsung buah melon dari pohonnya. Kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memberikan kedekatan antara masyarakat dengan program yang dijalankan," ujarnya.

 

 

Keberhasilan panen raya ini diharapkan menjadi momentum untuk memperluas pengembangan pertanian modern berbasis greenhouse di Desa Ganggangpanjang. Selain mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas, model budidaya ini juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

 

 

Selain itu, melalui Program CSR Cakra Sembada ini Pertagas berkomitmen untuk menjalankan bisnis yang tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga mengintegrasikan prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Dengan kolaborasi ini, diharapkan masyarakat semakin mandiri dalam mengelola potensi lokal yang dimiliki, mampu memperkuat ketahanan pangan desa, menciptakan sumber-sumber ekonomi baru yang berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh

Berita Terbaru