Wisata Baru di Bojonegoro! KaGeT Suguhkan Geopark Trip

JATIMPEDIA, Bojonegoro  -Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi lokal.

Salah satu inovasi terbaru yang kini diperkenalkan adalah KaGeT (Kedewan Geopark Trip), paket wisata terpadu yang menawarkan pengalaman menjelajahi kekayaan alam, budaya, dan kuliner khas Kecamatan Kedewan.


Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Bojonegoro, Amin Asrofin, mengatakan KaGeT dirancang sebagai paket wisata geopark yang menggabungkan unsur edukasi, petualangan, budaya, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui produk UMKM lokal.


“KaGeT dirancang sebagai paket wisata geopark berbasis potensi lokal. Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam dan situs geopark, tetapi juga mendapatkan pengalaman edukasi dan budaya yang dipadukan dengan kuliner khas Kedewan seperti Sego Gulung, Alpugan, Es Wereng, dan Kopi Dewa Beji,” ujarnya. Rabu (3/6/2026).


Melalui program ini, wisatawan dapat menikmati berbagai destinasi unggulan Kedewan dalam satu rangkaian perjalanan yang telah dikemas secara menarik. Seluruh objek wisata yang masuk dalam paket KaGeT dibuka setiap hari, sementara pelaksanaan paket wisata dijadwalkan setiap akhir pekan atau menyesuaikan jadwal reservasi peserta.


Menurut Amin, konsep KaGeT tidak hanya berfokus pada kunjungan wisata semata, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi setiap wisatawan. “Wisata ini tidak sekadar mengunjungi tempat-tempat menarik, tetapi memberikan pengalaman perjalanan yang lengkap dan berkesan. Kami ingin wisatawan pulang dengan membawa cerita dan pengalaman terbaik dari Kedewan,” tambahnya.


Dalam paket wisata tersebut, peserta akan diajak mengunjungi sejumlah destinasi unggulan yang menjadi bagian dari kawasan geopark dan wisata berbasis masyarakat. Beberapa di antaranya yakni Agroforestry Hargomulyo, Kampung Tumo, Rumah Singgah Wonocolo, Alang-Alang Teksas Wonocolo, Sumur Mluntur, hingga Kebun Alpukat Wonocolo.


Untuk mendukung keberhasilan program ini, Disbudpar Bojonegoro telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Mulai dari penyusunan paket wisata terpadu berbasis geopark, pelibatan akademisi, Pokdarwis, pemerintah desa, pelaku wisata dan masyarakat, hingga simulasi perjalanan guna memastikan pelayanan, keamanan dan kenyamanan wisatawan.


Selain itu, promosi digital dan penguatan branding wisata Kedewan juga terus digencarkan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM lokal.


KaGeT sendiri menawarkan beragam aktivitas menarik, mulai dari Jeep Adventure, wisata geopark, wisata agro hingga wisata edukasi. Untuk paket keluarga maupun kelompok kecil, biaya yang ditawarkan sekitar Rp310 ribu per orang, termasuk fasilitas wisata, pemandu serta sajian kuliner khas daerah.


Disbudpar Bojonegoro berharap KaGeT dapat menjadi ikon baru pariwisata daerah yang mampu menarik wisatawan dari berbagai wilayah sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.


“Harapan kami, KaGeT tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan UMKM, memperkuat desa wisata, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kedewan. Lebih dari itu, KaGeT diharapkan menjadi wajah baru pariwisata Bojonegoro yang memadukan edukasi, petualangan, budaya, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu pengalaman wisata yang berkesan,” pungkas Amin.

Berita Terbaru