Elpiji Melon Langka, Ini Upaya Pemkab Jember

JATIMPEDIA, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Mayang dan Kalisat. 

Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, Pemkab Jember telah mengajukan permohonan penambahan kuota LPG 3 kg hingga 100 persen kepada Pertamina Patra Niaga sampai April 2026.

Hal itu dilakukan untuk menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), terutama antisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Jember, Sartini, mengatakan pihaknya telah melayangkan surat resmi ke Pertamina Patra Niaga untuk penambahan kuota LPG 3 kg hingga 100 persen. 

“Memang banyak aduan gas LPG 3 kg itu langka. Pemkab Jember sudah melayangkan surat kepada Pertamina Patraniaga untuk penambahan kuota 100 persen,” kata dia, saat on air Halo RRI.

Sartini menjelaskan, kelangkaan yang terjadi di Kecamatan Mayang dipengaruhi oleh minimnya jumlah pangkalan LPG. Di wilayah tersebut, hanya terdapat sekitar 47 pangkalan.

Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan Kecamatan Kalisat, yang memiliki lebih dari 500 pangkalan, serta Kecamatan Pakusari dengan lebih dari 200 pangkalan.

“Distribusi LPG sebenarnya lancar dari Pertamina. Masalahnya ada pada sebaran pangkalan yang tidak merata, sehingga di Mayang pasokannya terasa kurang,” kata dia, Rabu (4/2/2026).

Selain faktor pangkalan, tingginya kebutuhan LPG juga dipicu aktivitas pelaku usaha mikro, khususnya industri kue kacang yang berkembang pesat di wilayah Mayang.

Untuk itu, Pemkab Jember menyiapkan skema khusus berupa pembentukan pangkalan LPG tersendiri bagi pelaku usaha kue kacang, agar tidak mengganggu pasokan LPG rumah tangga.

“Nanti akan dibuat pangkalan khusus untuk pelaku usaha kue kacang. Dengan begitu, kebutuhan usaha terpenuhi tanpa mengurangi hak rumah tangga,” kata Sartini.

Ia menegaskan, pelaku usaha kue kacang memiliki peran penting dalam perekonomian lokal karena mampu menyerap banyak tenaga kerja, terutama menjelang Lebaran.

“Ini usaha padat karya dan sangat membantu masyarakat sekitar, terutama untuk kebutuhan ekonomi jelang hari raya,” tambahnya.

Pemkab Jember juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying maupun penimbunan LPG. Pengawasan distribusi terus diperketat melalui koordinasi dengan Pertamina, Hiswana Migas, serta Polres Jember.

“Kami juga mohon masyarakat yang tidak berhak agar tidak menggunakan LPG 3 kg. Untuk kebutuhan tertentu seperti pemanas air, sebaiknya menggunakan LPG non-subsidi,” kata dia. 

Ia memastikan dalam waktu dekat akan ada langkah konkret dari Pertamina dan Hiswana Migas untuk memperkuat pasokan LPG 3 kg di wilayah terdampak. 

Sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Lebaran dapat terpenuhi dengan aman

Berita Terbaru