JATIMPEDIA, Balikpapan - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan Kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan akan menjadi pemasok utama kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi seluruh SPBU swasta di Indonesia. Proyek yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto ini diklaim mampu memproduksi BBM berkualitas tinggi secara mandiri.
RDMP Balikpapan dirancang menjadi kilang dengan spesifikasi tercanggih yang mampu menghasilkan varian BBM mulai dari RON 92, RON 95, hingga RON 98. Kehadiran infrastruktur ini diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan pasokan di jaringan ritel swasta seperti Shell, Vivo, dan lainnya, sehingga tidak lagi bergantung pada produk impor.
“Oh iya dong, semuanya, saya ke depan itu bermimpi, nanti sebentar saya laporkan ke Bapak Presiden, bahwa RON 92, RON 95, RON 98, itu harus diproduksi di dalam negeri, itu sesuai dengan peraturan menteri dan perpres 2005 bahwa kita harus memprioritaskan produk dalam negeri,” kata Bahlil di Balikpapan.
Dia menambahkan, Kementerian ESDM dan Pertamina baru saja melangsungkan pertemuan penting dengan kesimpulan bahwa RDMP Balikpapan akan meningkatkan produksi BBM yang mencakup RON 92, RON 95, dan RON 98. Ini yang nantinya dapat memenuhi sisi kebutuhan SPBU swasta di masa mendatang.
Bahlil menegaskan bahwa kewajiban memprioritaskan produk dalam negeri merupakan amanat regulasi untuk memperkuat kedaulatan energi. Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, Pertamina kini memiliki fleksibilitas produksi untuk melayani pasar domestik secara menyeluruh, termasuk segmen BBM nonsubsidi yang banyak digunakan di kota-kota besar.
"Tadi malam, Bapak Presiden, kami laporkan rapat sepanjang 2 pagi Pak. Kami telah bersepakat dengan Pak Simon dan seluruh direksi dan komisarisnya tadi malam Komut hadir. Nanti Pak dengan RDMP ini kita akan meningkatkan produksi, Ron 92, 95, dan 98. Itu supaya tidak kita impor lagi Pak. Supaya badan-badan usaha swasta ini beli produksi dalam negeri lewat Pertamina," urai Bahlil.
Untuk mendukung keberlanjutan pasokan tersebut, pemerintah berencana mengembangkan infrastruktur serupa di daerah lain. Fokus utamanya adalah pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) minyak mentah guna mendukung kapasitas pengolahan di berbagai kilang strategis.
“Kita memang, selain di sini kita akan mengembangkan untuk storage, dan kapasitas-kapasitas RDMP lain seperti di Dumai,” lanjutnya.
Dalam upaya mempercepat swasembada energi, pemerintah membuka ruang bagi pihak swasta untuk bekerja sama dengan sistem yang saling menguntungkan. Melalui penambahan kapasitas kilang nasional, Indonesia diharapkan segera lepas dari ketergantungan pasokan energi dari negara lain.
Editor : Rizky