JATIMPEDIA, Malang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, berkontribusi terhadap tercapainya swasembada pangan nasional. Hal ini lantaran sepanjang tahun 2025, produksi padi di Kabupaten Malang mencatat surplus hingga 80 ribu ton.
Bupati Kediri Sanusi mengatakan, sebagai salah satu penopang swasembada pangan nasional, produktivitas padi di Kabupaten Malang mencapai 480 ribu ton per tahun. Padahal kebutuhan konsumsi warga Kabupaten Malang hanya 400 ton per tahun.
"Hasil ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara petani, organisasi tani, penyuluh, dan pemerintah mampu menghasilkan capaian membanggakan,"kata Sanusi, saat menghadiri kegiatan Tanam dan Panen Raya Padi yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Malang di area persawahan Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Rabu (7/1/2026).
Menurut Sanusi Pemkab Malang berkomitmen untuk terus mendorong inovasi di sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas padi. Mulai dari penyediaan sarana produksi, penguatan irigasi, pendampingan teknologi, serta akses pemasaran yang lebih luas dan berkeadilan bagi petani.
Sanusi berharap keberhasilan panen padi ini akan menjadi motivasi para petani lainnya di desa - desa untuk meningkatkan produktivitas padi, menjaga keberlanjutan lahan, serta memperkuat posisi petani sebagai pilar ketahanan pangan.
"Mari kita jadikan pertanian sebagai sektor yang bermartabat dan menguntungkan," kata dia.
Dia menjelaskan, saat ini rata-rata hasil panen petani berada di kisaran 7 hingga 8 ton per hektare, dan ke depan diharapkan dapat ditingkatkan hingga 12 ton per hektare.
"Kalau inovasi ini berhasil dan produktivitas bisa naik hingga 12 ton, maka surplus beras Kabupaten Malang tentu akan semakin besar," ujarnya.
Ketua DPC HKTI Kabupaten Malang Makhrus Sholeh menambahkan, potensi pertanian Kabupaten Malang sangat besar dan menjadi salah satu yang terkuat di Jawa Timur.
Kabupaten Malang juga disebut masuk dalam lima besar daerah surplus pangan di Jawa Timur, yang sekaligus mendukung posisi provinsi tersebut sebagai lumbung pangan nasional.
"Artinya, Kabupaten Malang sudah surplus dan berkontribusi nyata terhadap swasembada pangan nasional. Ini tentu patut kita banggakan," kata Makhrus.
Dia menyampaikan bahwa HKTI akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pengembangan sektor pertanian. Pihaknya juga aktif melakukan pembinaan kepada petani agar mampu meningkatkan produktivitas melalui inovasi dan penerapan teknologi pertanian.
"Kami mendorong petani untuk belajar dari daerah lain yang sudah berhasil, baik di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Selanjutnya dikembangkan di sini dengan prinsip ATM, yakni amati, tiru, dan modifikasi," pungkas Makhrus.
Editor : Rofiq
URL : https://jatimpedia.id/news-14179-kabupaten-malang-alami-surplus-padi-80-ribu-ton-pada-2025