JATIMPEDIA, Jombang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang menyatakan kewaspadaan bencana harus ditingkatkan menjelang pergantian tahun 2026. Hal itu menyusul catatan 172 kejadian bencana yang terjadi sejak Januari hingga awal Desember 2025 di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menyebut dinamika cuaca ekstrem serta kondisi geografis menjadi pemicu utama kerawanan bencana, “Awal tahun intensitas hujan tinggi sehingga banjir meningkat drastis,” kata Wiku, Senin (8/12/2025).
Banjir menjadi ancaman paling dominan dengan 66 kejadian, mayoritas terjadi pada Januari 2025. Selain itu, angin kencang juga banyak dilaporkan dengan 26 kejadian sepanjang tahun, berdampak pada pohon tumbang hingga kerusakan rumah.
Pada wilayah perbukitan, longsor dan gerakan tanah juga masih menjadi perhatian serius. Peristiwa longsor yang terjadi di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam pada (23/1/2025) lalu bahkan menyebabkan dua korban jiwa, “Wilayah perbukitan masih rawan longsor, terutama saat hujan tinggi,” ujar Wiku.
Sementara itu, kebakaran tercatat cukup tinggi dengan puluhan kejadian, terutama pada permukiman, fasilitas umum, tempat usaha, hingga hutan dan lahan. BPBD mencatat 25 kasus kebakaran hutan dan lahan, dengan peningkatan signifikan di musim kemarau.
Melihat tingginya angka kejadian bencana, BPBD memastikan telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi, “Mitigasi perlu dilakukan sejak dini. BPBD siaga 24 jam untuk merespons kejadian,” tegas Wiku.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan turut diperkuat melalui patroli rutin, pembaruan data wilayah rawan bencana, hingga koordinasi dengan pemerintah desa dan relawan, “Surat imbauan dari bupati terkait kesiapsiagaan bencana juga sudah kami luncurkan ke kecamatan sejak November. Seluruh wilayah menyiapkan posko kesiapsiagaan,” ujarnya.
BPBD mengajak masyarakat di daerah rawan untuk aktif melaporkan potensi ancaman dan mendukung upaya pengurangan risiko bencana di Jombang.
Editor : Rofiq
URL : https://jatimpedia.id/news-13634-siaga-bencana-bpbd-jombang-perketat-mitigasi-wilayah