JATIMPEDIA, Bojonegoro - Kebun Alpukat Wonocolo di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, kini semakin populer sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Bojonegoro.
Selain menawarkan panorama alam yang asri dan udara pegunungan yang sejuk, kebun ini juga menghadirkan sensasi agrowisata yang menarik: pengunjung dapat memetik alpukat langsung dari pohonnya.
Pengelola kebun, Amin, menuturkan bahwa kebun alpukat tersebut mulai dirintis pada tahun 2018. Dengan usia tanaman yang kini mencapai tujuh tahun, produksi alpukat semakin meningkat dan stabil.
“Alpukat lokal di sini bisa berbuah hingga 1 kwintal per pohon, sedangkan alpukat aligator bisa mencapai 50 kilogram per pohon,” ujar Amin.
Menurut Amin, perawatan tanaman alpukat di kebun tersebut tergolong mudah dan ramah lingkungan. Semua pohon dirawat dengan pupuk organik dan pupuk kandang sehingga kualitas buahnya tetap terjaga dan lebih aman dikonsumsi.
Saat ini, Kebun Alpukat Wonocolo memiliki sekitar 1.000 pohon yang tersebar di atas lahan seluas 10 hektare. Dengan jumlah tersebut, kebun ini mampu menghasilkan panen sepanjang tahun.
Tak hanya menjual buah alpukat segar, kebun ini juga menyediakan berbagai jenis bibit alpukat—antara lain jenis Wina, Aligator, dan Markus. Bibit tersedia dalam bentuk setekan maupun hasil semaian biji dengan harga mulai dari Rp50.000 hingga Rp250.000, bergantung varietas dan ukuran.
“Selain menjual ke toko buah, kebanyakan pembeli justru datang langsung ke kebun. Termasuk beberapa rombongan besar, seperti dari KPU Jawa Timur yang pernah berkunjung,” jelas Amin.
Amin menambahkan bahwa pohon alpukat di kebun Wonocolo mampu berbuah setiap bulan, meski panen raya biasanya terjadi pada Januari hingga Februari. Saat panen raya, kunjungan wisatawan meningkat signifikan, terutama kalangan keluarga dan komunitas pecinta tanaman.
Harga jual alpukat saat ini dipatok Rp25.000 per kilogram, namun dapat naik hingga Rp35.000 per kilogram, tergantung kondisi musim dan tingkat permintaan.
“Saat ini kita jual Rp25.000 per kilogram, namun bisa naik turun tergantung musim. Paling mahal biasanya sampai Rp35.000,” kata Amin.
Selain menawarkan pengalaman memetik buah, kebun alpukat ini juga menjadi lokasi edukasi bagi sekolah, komunitas tani, hingga instansi pemerintahan. Pengunjung dapat belajar tentang cara budidaya alpukat, teknik pemupukan organik, hingga mengenal berbagai varietas alpukat unggulan.
Dengan perpaduan wisata alam dan edukasi pertanian, Kebun Alpukat Wonocolo kini berkembang menjadi ikon agrowisata baru yang memperkaya potensi wisata Bojonegoro.
Editor : Rofiq
URL : https://jatimpedia.id/news-13410-kebun-alpukat-wonocolo-jadi-magnet-wisata-baru-di-bojonegoro