JATIMPEDIA, Surabaya - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri
mendorong pelaku usaha komoditas kakao untuk meningkatkan hilirisasi produknya agar makin bernilai tambah.
Hal tersebut ditekankan Wamendag Roro setelah meninjau pabrik Cau Chocolates
di Kabupaten Tabanan, Bali.
Roro meyakini jika hilirisasi bisa menjadi jalan meningkatkan minat pasar global terhadap produk kakao Indonesia.
Selain merupakan amanat Presiden Prabowo, upaya hilirisasi produk kakao juga dapat mempertahankan nilai jual yang ideal bagi produk kakao Indonesia, yang akhirnya berdampak positif pada kesejahteraan petani kakao.
"Indonesia sudah mengekspor kakao dalam bentuk yang berbeda-beda, ada yang diekspor dalam bentuk biji dan ada yang sudah melalui proses hilirisasi. Yang kita lihat di sini, kakao telah mengalami pemrosesan menjadi cokelat yang kemudian dikemas dengan bagus sehingga berdaya saing. Perlu digarisbawahi bahwa sebetulnya hiliriasi tidak harus di industri skala besar, tapi juga bisa di lingkup usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Inilah yang pemerintah akan dorong dan fasilitasi,” ujar Roro dalam keterangannya.
Menurut Roro, Cau Chocolates bisa menjadi tolok ukur bagi pelaku usaha untuk berbisnis
di sektor kakao yang melakukan hilirisasi dan berani mengedepankan inovasi.
Roro mengapresiasi kualitas produk Cau Chocolates yang organik, ramah lingkungan, dan mengusung nilai keberlanjutan.
“Kami melihat pertumbuhan ekspor cokelat sedang naik dan sebenarnya pasarnya di dunia ini cukup luas, seperti Eropa, Australia, dan Selandia Baru. Untuk itu, kunjungan kami ke sini bukan saja hanya melihat fasilitas dan pemberdayaan petaninya. Lebih jauh, kami juga melihat bagaimana Kementerian Perdagangan dapat mendorong pelaku usaha meningkatkan ekspornya dan memanfaatkan sejumlah perjanjian dagang yang sudah kita punya,” ujarnya.
Berdasarkan data BPS, ekspor kakao, kakao olahan, dan makanan olahan berbahan dasar kakao Indonesia pada Januari-September 2025, tercatat sebesar USD 2,8 miliar atau melonjak 68,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang senilai USD 1,6 miliar.
Adapun CEO Cau Chocolate, Kadek Surya, mengungkapkan, selain fokus menghasilkan produk cokelat organik berkualitas, Cau Chocolate juga memiliki visi menerapkan perdagangan adil (fair trade).
Selain itu, Cau Chocolate turut memajukan kesejahteraan petani dengan cara berkontribusi pada pengendalian harga cokelat Indonesia agar stabil di posisi ideal, adil bagi petani dan produsen.
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-13409-produk-hilirisasi-kakao-indonesia-diminati-pasar-global