JATIMPEDIA, Surabaya - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) optimis penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, baik Pertalite maupun Solar, sepanjang tahun ini tidak akan melebihi kuota yang ditetapkan.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas memprediksi penyaluran Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite hingga akhir Desember 2025 akan mencapai 90,43�ri kuota sebesar 31,13 juta kiloliter (kl) atau sekitar 28,15 juta kl. Dengan begitu, masih terdapat persediaan stok sekitar 9,57�ri kuota atau 2,98 juta kl pada akhir tahun.
"Insyaa Allah realisasi prognosis sampai akhir Desember 2025 mencapai 90,43%. Kita masih memiliki 9,57% stok itu. Jadi insyallah itu sangat aman untuk Pertalite," ujar Wahyudi kepada wartawan di Jakarta, usai Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (25/11/2025).
Selanjutnya, jenis BBM Tertentu (JBT) Solar sudah disalurkan sebesar 98,14�ri kuota sebesar 18,69 juta kl atau sebesar 18,36 juta kl per 20 November 2025, sehingga masih tersedia sekitar 1,86�ri kuota solar sebesar 347.634 kl. Wahyudi mengklaim stok BBM jenis diesel atau gasoil tersebut mencukupi hingga akhir tahun sehingga diprediksi tetap berada di bawah kuota yang ditetapkan.
"Kalau untuk akan melebihi, masih 1,86% ini angkanya kalau 1% itu kan sekitar hampir 186.000 kl. Jadi kita sangat cukup besar itu stok itu. Jadi kalau didistribusikan Pertamina dengan tadi yang disampaikan fleksibilitas, ini bisa mengantisipasi untuk daerah-daerah yang menjadi fokus untuk destinasi Nataru," ungkap dia.
Sementara itu, realisasi penyaluran minyak tanah hingga akhir Desember 2025 diprediksi mencapai 97,06�ri kuota atau masih tersedia sebesar 2,94%. Lebih lanjut, Wahyu mengumumkan bahwa stok BBM nasional per 23 November 2025 mencapai 21,08 hari dan akan makin ditingkatkan hingga periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
"Jadi kita pastikan insyaallah nanti sebelum menjelang Nataru, Pertamina akan melebihi dari stok 21,08 hari. Dan ini sudah kita sepakati dan kita terus update secara kontinu bersama Pertamina, PT PIS, PT KPI, dan kemudian dari Dirjen Migas termasuk nanti dari Elnusa Group," ujar Wahyudi.
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menyatakan mendatangkan impor bensin jenis Pertalite (RON 90) untuk mempertebal stok dalam rangka menghadapi libur Nataru. Direktur Utama PPN Mars Ega Legowo menjelaskan volume penambahan Pertalite tercatat sebesar 1,4 juta kl, tetapi besaran tersebut merupakan kombinasi dari produksi kilang Pertamina dan juga impor baru.
"Produk Pertalite ada tambahan, karena ini hanya untuk memperkuat karena Pertalite juga diproduksi dari kilang dalam negeri. Namun, untuk tambahan kita juga akan ada impor karena stok ini akan kita naikkan di level lebih daripada 21 hari. Kita usahakan sampai dengan 22 atau 23 hari. Volume untuk penambahan Pertalite kurang lebih 1,4 juta kiloliter," tegas dia.
Di sisi lain, kata Ega, Pertamina juga menebalkan stok Pertamax Turbo (RON 98) dengan menambah pasokan dari kilang Cilacap dan Balongan serta melakukan impor. Akan tetapi, dia tak mengungkapkan tambahan volume BBM jenis ini. "Pertamax Turbo ada tambahan impor tapi juga ada tambahan produksi dari kilang, dari kilang Cilacap dan kilang Balongan," tegas dia.
Sebagai informasi, Pertamina melaporkan penyaluran BBM subsidi Pertalite hingga Oktober 2025 berada 10% dibawah kuota 2025 sebesar 31,2 juta kl, sementara solar subsidi dilaporkan terealisasi 1,5% di bawah kuota 2025 sebesar 18,8 juta kl. Pertamina mengklaim penyaluran BBM tersebut masih berada dibawah kuota sebab pembeliannya harus dilakukan melalui QR code yang terdaftar di Pertamina. Secara umum, Pertamina Patra Niaga sepanjang Januari hingga Oktober 2025 telah menjual sebanyak 87 juta kl bensin dan 41% diantara merupakan BBM non subsidi.
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-13402-bph-migas-optimis-konsumsi-pertalite-dan-solar-tak-lebihi-kuota